AMPSI Minta DPRD DKI Evaluasi Transparansi Keuangan BUMD, Legislator Golkar Basri Baco Rekomendasikan ke Pramono

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, mengatakan bahwa pihaknya menerima aspirasi dari Aliansi Mahasiswa Peduli Sosial Demokrasi (AMPSI) terkait evaluasi transparansi keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Hal ini disampaikannya saat Rapat Audiensi bersama perwakilan massa aksi AMPSI di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025).
Baco mengatakan, dalam tugas BUMD biasanya mencari keuntungan atau profit, tetapi merek juga punya tugas lain yaitu pelayanan. Sehingga, memang karena pelayanan maka dia harus maksimal.
Baca Juga: Perluas Layanan Transjabodetabek, Fraksi Golkar Minta Pemprov DKI Prioritaskan Jaklingko
Untuk itu, sebagai koordinator Komisi B, pihaknya akan merekomendasikan hasil audiensi ini kepada Gubernur Jakarta, Pramono Anung.
"Jadi bisa saya pastikan teman-teman kami akan jadikan hasil rapat ini adalah sebagai bahan rekomendasi kepada Gubernur DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua BUMD yang ada, agar lebih transparan terkait dalam penanganan keuangan dan lain-lain," ujar Baco.
Ia juga mengatakan, dalam tuntutan massa aksi AMPSI, pihaknya spesifik menuntut kepada salah satu BUMD Jakarta yaitu Dharma Jaya untuk lebih transparan dalam keuangannya.
Mereka mendapat laporan, berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2023, terdapat ketidaksesuaian antara hasil audit internal Dharma Jaya dengan laporan audit eksternal.
Untuk itu, Baco pun meminta kepada mereka, khususnya masyarakat untuk sama-sama mengontrol terkait dengan hal ini.
"Khususnya kan yang jadi stretching teman-teman disini mengenai Dharma Jaya terutama ya. Oke nggak apa-apa nanti tetap yang pasti bahwa nggak usah khawatir dan ini boleh dikontrol. Boleh teman-teman juga sambil kontrol juga," tukasnya.
Selain itu, Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta itu juga meminta kepada masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan pihaknya terkait hal ini melalui Komisi B.
"Boleh juga komunikasi langsung, komunikasi ke kami yang di Komisi B juga boleh. Apakah memang ini kita lakukan atau tidak. Prinsipnya kami adalah wakil rakyat dan wajib mendengarkan aspirasi dari rakyat," ucapnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






