Jakarta

Politisi Muda Golkar Minta Lokasi Binaan Seperti Perkantoran SCBD Beri Tempat untuk UMKM

Ainun Kusumaningrum | 17 Juni 2025, 07:15 WIB
Politisi Muda Golkar Minta Lokasi Binaan Seperti Perkantoran SCBD Beri Tempat untuk UMKM

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta untuk menata kembali lokasi binaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM) di Jakarta.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Golkar, Farah Savira mengatakan, caranya dengan memperbanyak area lokasi sementara (Loksem) dan lokasi binaan (Lokbin) di tempat-tempat strategis seperti kawasan perkantoran SCBD, Jakarta Selatan.

Menurutnya, UMKM bisa menarik minat para pembeli dan para pedagang pun tidak kesulitan memasarkan produk.

Baca Juga: Legislator Golkar Kawal Pembangunan Tanggul Muara Angke Sejalan dengan Visi Presiden Prabowo

“Misalnya, seperti di perkantoran SCBD banyak kantin. Nah, bagaimana pengelolaan lokbin seperti itu diperbanyak di beberapa tempat, tidak hanya di kantor Pemprov tapi di luar Pemprov,” kata Farah Savira.

Farah berkomitmen mendorong pemberdayaan pelaku UMKM. Dia menilai, penting bagi para pelaku UMKM kuliner dibekali pembinaan mengenai gizi dan makanan sehat.

Hal itu untuk memastikan kesehatan makanan dan minuman yang dijual oleh para pedagang sesuai dengan standar kesehatan.

Baca Juga: Legislator Golkar Minta Pemprov DKI Libatkan Pengrajin dan Seniman Betawi untuk Perbanyak Desain Batik

“Nanti kita akan dorong mereka untuk kita arahkan jual makanan yang bergizi,” kata Farah.

Dengan pemberdayaan UMKM, pemerintah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita akan dorong UMKM lebih tersektor supaya lebih punya nilai tambah yang lebih,” katanya.

Lebih lanjut Farah menyampaikan, peningkatan kualitas pelaku dan produk UMKM dapat dilakukan dengan menggencarkan pembinaan dan pendampingan.

Baca Juga: Legislator Golkar Minta Pemprov DKI Libatkan Pengrajin dan Seniman Betawi untuk Perbanyak Desain Batik

Di antaranya, pemberian fasilitas pembiayaan dan fiskal bagi para pelaku UMKM, strategi pemasaran, pelatihan dan pendampingan, serta peningkatan kolaborasi kerja sama.

“Harapannya, yang sudah ada bisa kita promosi dan dikembangkan, agar bisa dirasakan manfaatnya oleh para pedagang,” tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.