Imbas Kericuhan di Kalibata yang Tewaskan Dua Matel, Gubernur Pramono Tata Ulang Lahan UMKM yang Terdampak

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, tengah mempersiapkan penataan lahan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak kericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, kericuhan terjadi antarkelompok di kawasan tersebut yang menewaskan dua orang yang diduga berprofesi sebagai mata elang (matel) atau penagih utang.
Pramono mengatakan, seluruh lahan yang menjadi lokasi kericuhan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta. Saat ini, pihaknya sedang melakukan reorganisasi terkait pengelolaan lahan tersebut.
"Kebetulan lahan yang digunakan itu lahannya Pemerintah Kota semua. Tentunya kami sedang mengorganisasikan, me-reorganisasi tentang ini," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (13/12/2025).
Ia meminta, kepada para pelaku UMKM yang beraktivitas di area tersebut untuk mulai mempelajari ketentuan baru terkait lahan di sana.
"Kami sedang meminta kepada UMKM untuk mempelajari. Nanti pada saatnya saya segera putuskan. Tapi itu lahannya, lahannya Pemerintah Jakarta semuanya," tukasnya.
Baca Juga: Miss Earth 2019 Lirabica Kecam Gajah di Mason Elephant Park and Lodge Bali Dicoret Cat
Terkait penanganan kasus ini, Pramono menegaskan telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan meminta agar hukum ditegakkan secara penuh.
"Saya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan saya sudah meminta untuk ditegakkan hukum," tegasnya.
Politikus PDIP itu menjelaskan, permasalahan awal kasus ini terlihat kecil, mulai dari mata elang menagih kepada kelompok tertentu, kemudian terjadi kekerasan, dan saling balas-membalas. Namun akhirnya malah membebani Pemerintah DKI Jakarta dan mengganggu ketertiban umum.
"Karena memang awalnya kelihatannya kecil, ada Mata Elang dan apa ya, menagih kepada kelompok, kemudian terjadi kekerasan, saling balas-membalas, yang akhirnya beban itu menjadi beban Pemerintah DKI Jakarta," terangnya.
Diketahui, aksi pengeroyokan terhadap dua debt collector atau mata elang (matel) di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025), berujung pada kericuhan besar.
Salah satu korban tewas, sementara seorang lainnya kritis, memicu kemarahan rekan korban hingga terjadi penyerangan dan pembakaran fasilitas warga di sekitar lokasi.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menegaskan, polisi menangani dua perkara sekaligus, yaitu kasus pengeroyokan terhadap matel dan aksi perusakan yang terjadi setelahnya.
"Kami akan mengejar kelompok mana pun yang terlibat. Kedua kasus ini ditangani secara serius," ujarnya.
Nicolas memastikan kondisi di tempat kejadian perkara telah kembali aman. Ratusan personel gabungan dari Brimob, Polres Metro Jaksel, dan Polsek setempat dikerahkan untuk menjaga stabilitas.
"Situasi sudah kondusif. Warga tidak perlu cemas," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









