Survei Indikator Sebut Tingkat Kepuasan Publik Pramono Lebih Rendah dari KDM, Stafsus Pramono: Jadi Bahan Evaluasi

AKURAT JAKARTA - Survei Indikator Politik Indonesia menyebut bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno berada di posisi kelima dalam tingkat kepuasan masyarakat terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur di Pulau Jawa dalam 100 hari kerja.
Mereka menyebut, 60 persen warga Jakarta menyatakan puas terhadap kinerja Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam 100 hari kerja.
Sementara, angka kepuasan terhadap Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno dalam 100 hari kerja sebesar 60,5 persen.
Angka kepuasan masyarakat terhadap Pramono-Rano tersebut tak lebih unggul dari tingkat kepuasan warga Jawa Barat terhadap 100 hari kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Menurut survei, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menjadi gubernur dengan tingkat kepuasan masyarakat tertinggi sebanyak 94,7 persen.
Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus (Stafsus) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim alias Chico mengatakan, berdasarkan hasil survei tersebut, pihaknya akan jadikan bahan masukan dan evaluasi.
"Namun apapun itu, semua hasil survei khususnya dari lembaga yang bisa dipertanggungjawabkan kredibilitas dan integritasnya tentu selalu menjadi masukan dan bahan evaluasi bagi kami," kata Chico saat dikonfirmasi, Kamis (29/5/2025).
Ia menjelaskan, hasil survei selalu menarik untuk dibicarakan. Walaupun, tentu untuk membaca hasil survei juga harus teliti dalam melihatnya.
"Artinya pertanyaan seperti apa yang dilempar ke responden, prosentase responden dengan level pendidikan tertentu, dan variabel lainnya," jelasnya.
Baca Juga: Jakcare Dapat Laporan Dua Orang Ingin Bunuh Diri, Gubernur Pramono Sebut Sudah Diselamatkan
Yang menarik, kata Chico, untuk pertanyaan kepuasan terhadap program esensial yang memang jadi tugas kepala daerah, Pramono Anung unggul di bandingkan semua kepala daerah lain.
"Masyarakat Jakarta yang lebih heterogen dari daerah lain dan rata-rata level pendidikannya juga jauh di atas daerah lain tentu berpengaruh pada sikap yang lebih kritis dan tak mudah puas," katanya.
Meski di sisi lain, pihaknya mengetahui Jakarta masih jadi destinasi urbanisasi terbesar bagi semua warga dari luar, khususnya bahkan warga Jawa Barat yang mendominasi presentase jumlah warga yang memilih pindah ke Jakarta.
"Dan ini tercermin dari peningkatan warga dari luar Jakarta yang datang ke Jakarta pasca mudik lebaran (arus balik) meningkat 150 persen dan paling banyak adalah warga Jawa Barat," paparnya.
Saat ini, politikus PDIP itu mengatakan bahwa pihak Pemprov DKI berprinsip untuk bekerja dengan mengutamakan sistem dan program yang sudah dicanangkan.
"Prinsipnya bekerja by system dan program adalah yang diutamakan oleh pemerintah provinsi dki Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









