Jakarta

Gubernur Pramono Larang Ondel-ondel Digunakan Mengamen di Jalanan, Minta Budaya Betawi Harus Dirawat dengan Baik

Yasmina Nuha | 28 Mei 2025, 19:18 WIB
Gubernur Pramono Larang Ondel-ondel Digunakan Mengamen di Jalanan, Minta Budaya Betawi Harus Dirawat dengan Baik

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, melarang salah satu kesenian dan budaya Betawi Ondel-ondel digunakan untuk mengamen di jalanan.

"Saya termasuk yang kemudian memesankan supaya, mohon maaf, ondel-ondel tidak digunakan untuk mencari uang dengan mengamen lah. Tetapi betul-betul dirawat dengan baik," ujar Pramono di Hotel Borobudur, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2025).

Pramono menilai, fenomena ondel-ondel mengamen bukan semata kesalahan individu, melainkan juga cerminan kurangnya perhatian dan fasilitas yang diberikan.

Baca Juga: Unnes Buka Jalur Mandiri Tanpa Tes Mulai 3 Juni 2025: Peluang Emas Masuk Kampus Impian Lewat Skor UTBK

Ia pun berharap agar budaya ondel-ondel ini harus mendapatkan apresiasi dan penghargaan meski merupakan budaya yang dinamis dan tidak statis.

"Ya sekarang ini saya akan meminta ondel-ondel bukan untuk di jalanan. Tapi merupakan bagian dari budaya utama betawi," katanya.

Dengan itu, ia juga meminta kepada sanggar-sanggar yang ada di Jakarta yang berjumlah 42 untuk membantu terkait tradisi ondel-ondel ini.

Politikus PDIP itu juga mengatakan, nantinya mereka akan memberikan kesempatan untuk seniman ondel-ondel tampil di ruang yang sesuai.

"Ya orang itu nggak ngamen kalau dicukupi dan diberikan kesempatan untuk bisa tampil di ruang-ruang yang lainnya," tukasnya.

Baca Juga: Fraksi Golkar Soroti Transformasi Tata Kelola Pemerintahan DKI Jakarta, Harus Mampu Jadi Pusat Kota Global

Selain itu, kata Pram, pihaknya juga akan mengundang para seniman ondel-ondel untuk tampil di berbagai acara di Ibu Kota.

"Sehingga ondel-ondel ya udah nanti kita buat, kita undang berbagai acara di ibu kota, acara yang banyak banget," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.