Jakarta

Kabar Gembira, Tunjangan Guru Non-ASN Resmi Naik Jadi Rp2 Juta

Yusuf Doank | 12 Juni 2026, 14:22 WIB
Kabar Gembira, Tunjangan Guru Non-ASN Resmi Naik Jadi Rp2 Juta
Ilustrasi guru

AKURAT JAKARTA - Kabar gembira Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memastikan bahwa tunjangan untuk para guru resmi mengalami kenaikan.

Demikian Abdul Mu'ti usai menghadiri pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

"Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan," kata Abdul Mu’ti kepada awak media.

Baca Juga: Gubernur Pramono Izinkan Nobar Piala Dunia 2026 di Fasilitas Pemprov Jakarta, Ingatkan ASN Asal Tak Ganggu Jam Kerja

Dalam keterangannya, Mu'ti merinci besaran nominal kenaikan tunjangan tersebut, baik untuk kategori guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun guru yang berstatus ASN.

Untuk guru non-ASN atau honorer, tunjangan mereka yang semula berada di angka Rp1,5 juta kini meroket naik menjadi Rp2 juta per bulan.

Sementara itu, untuk para guru yang berstatus ASN, besaran tunjangan yang diberikan akan disesuaikan setara dengan satu kali gaji pokok (gapok) yang mereka terima.

Guna mengantisipasi adanya pemotongan atau keterlambatan, pemerintah juga telah menyiapkan skema baru.

Nantinya, dana tunjangan beserta gaji tersebut akan langsung dikirim (transfer) ke rekening masing-masing guru setiap bulannya.

Mu'ti menegaskan bahwa lompatan kebijakan ini merupakan bukti nyata dari komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan taraf kesejahteraan para pendidik di Indonesia.

Selain fokus pada urusan isi dompet guru, Kemendikdasmen juga memberikan perhatian besar pada peningkatan kualitas akademik tenaga pendidik.

Mu’ti menyatakan, pemerintah akan melanjutkan program beasiswa bagi para guru yang berniat menempuh atau menuntaskan pendidikan ke jenjang sarjana (S1). Program ini meneruskan kesuksesan skema serupa yang digulirkan pada tahun lalu.

"Tahun ini kami mengalokasikan beasiswa untuk guru yang belum D4 atau S1 sebanyak 150.000 guru. Nominal beasiswanya sama dengan yang tahun 2025, yaitu Rp3 juta per semester," jelas Mu'ti.

Saat ini, proses pendaftaran untuk kuota 150 ribu guru tersebut masih dibuka secara luas oleh pihak kementerian.

Dalam kesempatan di Istana, Mu’ti juga menyampaikan bahwa dirinya telah mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir langsung mewisuda 12.500 guru yang menjadi penerima manfaat beasiswa S1 angkatan tahun 2025.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y