Pemprov Punya 200 Pompa Air Kuras Banjir Tapi Kurang Operatornya, Ketua DPRD DKI: Harus Ada Regenerasi PJLP

AKURAT JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta memiliki 200 pompa air yang cukup untuk menguras banjir, tapi operasionalnya terganggu akibat kekurangan tenaga ahli.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, meminta Pemprov agar melakukan regenerasi tenaga Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk penanganan banjir di Jakarta.
"Terdapat petugas PJLP di pompa sudah pensiun dan belum ada penggantinya. Padahal, mengoperasikan pompa membutuhkan keahlian khusus. Ini menjadi salah satu kekurangan yang harus segera diatasi," ujar Khoirudin kepada wartawan, Selasa (11/3/2025).
Ketua DPW PKS Jakarta itu menegaskan, regenerasi PJLP harus dilakukan sejak awal. Mengingat, pompa harus beroperasi 24 jam saat terjadi banjir.
Selain itu, upaya lain seperti pengerukan lumpur di sungai dan pembersihan gorong-gorong juga harus dilakukan secara rutin. Sehingga dapat mengantisipasi banjir siklus tahunan.
"90 persen banjir disebabkan dari luar Jakarta, terutama dari kawasan Puncak. Namun, kita tetap bisa melakukan langkah antisipasi agar genangan air tidak bertahan lama," tuturnya.
Khoirudin mengatakan, pemerintah sudah berupaya mengoptimalkan peran PJLP dan PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum).
Terutama dalam membersihkan saluran air dari sampah yang terbawa arus. Namun, jumlah tenaga kerja yang ada saat ini masih belum mencukupi.
Dengan jumlah penduduk Jakarta yang mencapai 11,6 juta orang pada siang hari, tenaga kerja seperti PJLP tidak boleh dikurangi.
Justru, kata Khoirudin, Pemprov DKI harus segera membuka rekrutmen baru untuk menggantikan tenaga yang sudah pensiun atau berpindah ke pekerjaan lain.
"Rekrutmen PJLP harus segera dibuka kembali. Hal itu bukan hanya untuk menangani banjir, tetapi sebagai bentuk pelayanan kepada warga Jakarta," tukasnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Liverpool vs PSG di UCL, 12 Maret 2025: Misi Berat Les Parisiens di Anfield
Menurut Khoirudin, Dana APBD yang digunakan untuk menggaji PJLP jangan dianggap sebagai beban. Karena keberadaan mereka sangat dibutuhkan.
Khoirudin pun berharap, Pemprov DKI segera bertindak agar Jakarta lebih siap dalam menghadapi banjir di masa mendatang.
"Jika tenaga PJLP cukup dan operasional pompa optimal, maka kita bisa mengurangi dampak banjir secara signifikan. Insya Allah, ini akan membawa manfaat bagi semua," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








