Anggota DPRD DKI Fraksi Golkar Ramly Muhamad Minta Pemprov DKI Tingkatkan Lantai dan Ruang Kelas untuk Sekolah di Bawah Kemenag

AKURAT JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar Ramly HI Muhamad, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar meningkatkan fasilitas dan ruang kelas untuk sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama.
Ramly pun meminta agar Pemprov DKI Jakarta untuk bekerja sama dengan Departemen Kanwil Kementerian Agama dalam peningkatan sekolah-sekolah keagamaan ini.
"Saya berpendirian agar Pemprov DKI Jakarta melakukan kerja sama dengan Departemen Kanwil Kementerian Agama," ujar Ramly kepada Akurat Jakarta, Senin (27/1/2025).
Baca Juga: Jelang Libur Sekolah, Politisi Golkar Minta Tingkatkan Pengawasan
"Agar sekolah-sekolah Tsanawiyah, sekolah-sekolah agama yang di bawah Kementerian Agama atau Kanwil Agama di DKI Jakarta, itu bisa bergabung dengan Pemprov DKI Jakarta dan kita bangun sekolahnya," imbuhnya.
Ia mengatakan, dengan meningkatkan jumlah kelas dan lantai sekolah, banyak siswa yang dapat diterima oleh sekolah tersebut. Hal ini pun dilakukan agar tidak perlu membangun sekolah lagi.
"Daripada kita cari tanah, kita bikin sekolah lagi secara sulit. Jadi kalau kerja sama seperti itu kan kita bangun lantai 3," ujarnya.
Baca Juga: Berikut 25 Ucapan Tahun Baru Imlek 2025, Sampaikan Doa yang Mendalam
Ia juga mengatakan, bahkan banyak sekolah swasta keagamaan yang hanya 1 lantai. Sehingga perlu diperbanyak lagi lantai dan ruang kelasnya.
"Sekolah-sekolah swasta itu kan lantai 1, udah pendek, udah bocol-bocol. Kalau kita bangun lantai 3 kan ruangan kelasnya banyak," terangnya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa masih kurangnya ruang kelas yang memadai di berbagai sekolah, sehingga banyak siswa tidak mendapatkan kursi di sekolah yang dituju.
Baca Juga: Ingub Soal Penghematan APBD 2025 Diterbitkan Minggu Ini, Berikut Anggaran yang Dipangkas Pemprov DKI
"Jadi setiap tahun kalau naik-naik kelas, wajar kalau orang tua murid bawa meteran ukur rumahnya dengan sekolah," ujarnya.
"Wajar kenapa? Karena tidak dapat ruang kelas. Jadi yang sebenarnya adalah, bukan hanya bayar atau gratis, tapi ruang kelasnya tidak ada," imbuhnya.
Ia berharap, ke depannya tidak ada lagi ketidak seimbangan kelulusan di semua jenjang sekolah melalui penambahan ruang kelas yang harus disiapkan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






