Jakarta

Paus Fransiskus Masuk Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Sampaikan Kesan dan Harapannya

Ainun Kusumaningrum | 5 September 2024, 14:33 WIB
Paus Fransiskus Masuk Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Sampaikan Kesan dan Harapannya

AKURAT JAKARTA – Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Istiqlal Jakarta dan bertemu Imam Besar Istiqlal, Nasaruddin Umar dan sejumlah tokoh agama.

Paus Fransiskus juga memasuki terowongan penghubung antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

Paus mengapresiasi keberadaan terowongan bernama Terowongan Silaturahmi itu.

Baca Juga: Momen Haru di Masjid Istiqlal: Cium Kening Dibalas Cium Tangan antara Imam Besar dan Paus Fransiskus

Menurutnya, hal itu melambangkan terowongan yang membantu orang menuju “terang”.

“Kita beriman yang berasal dari tradisi keagamaan yang berbeda-beda. Memiliki tugas untuk membantu semua orang melewati terowongan ini dengan pandangan yang diarahkan menuju terang,” kata Paus dikutip dari RRI, Kamis (5/9).

Paus mengatakan, antarumat beragama harus bisa saling mengenal dekat satu sama lainnya.

Sebab, dengan mengenal seseorang, kehidupan yang tenteram akan terwujud.

Baca Juga: Maksimalkan 29 Stadion Mini, Calon Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Siapkan Genarasi Muda yang Sehat dan Berprestasi

“Di akhir perjalanan kita akan mampu mengenal dalam diri mereka yang berjalan di samping kita seorang saudara.

Atau seorang saudari, yang dengannya kita dapat berbagi kehidupan dan saling mendukung satu sama lain,” ucap Paus.

Tidak hanya itu, Paus menegaskan, antarumat beragama harus bergotong-royong menghadapi ancaman.

Baca Juga: Kapan Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS 2024? Simak Kembali Jadwal Pelaksanaan Seleksi CPNS 2024

Terutama, ancaman-ancaman yang dapat memecah belah umat beragama itu sendiri.

“Terhadap tanda-tanda ancaman, terhadap masa-masa gelap, kita lawan dengan tanda persaudaraan. Dengan menyambut yang lain dan menghargai identitasnya,” ujar Paus.​ (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.