Terbesar di Jakarta Sebelum adanya Istiqlal, Begini Sejarah Pembangunan Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru

AKURAT.CO - Masjid Al-Azhar merupakan tempat ibadah terbesar pertama di Jakarta sebelum adanya Masjid Istiqlal. Bangunan tersebut bahkan menjadi simbol sejarah perkembangan ibukota.
Adapun Masjid Al-Azhar, dalam sejarahnya berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang mulai dibangun pada tahun 1950-an.
Penamaan Masjid Al-Azhar ini diberikan oleh rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Mahmoud Zakzouk usai memberikan gelar doktor kehormatan kepada Buya Hamka.
Lalu bagaimana sejarah pembangunan Masjid Al-Azhar yang dikenal sebagai tempat ibadah terbesar di Jakarta sebelum adanya Istiqlal?
Baca Juga: Sejarah Gencatan Senjata Perang Diponegoro Selama Bulan Ramadhan yang Berakhir Tragis Ketika Lebaran
Berdirinya Masjid Al-Azhar terpengaruh oleh pemekaran wilayah Kebayoran menjadi sebuah kota satelit baru.
Masjid yang kini berada di Jalan Sisingamangaraja ini diprakarsai oleh sejumlah orang tokoh dari Partai Masyumi.
Selain memprakarsai berdirinya Masjid Al-Azhar, mereka juga menginginkan mendirikan sekolah Islam.
Dalam sejarahnya, Buya Hamka, salah satu ulama besar Indonesia saat itu menyarankan untuk membangun masjid terlebih dahulu.
Baca Juga: Hanya PNS yang menerima, Begini Sejarah Perjuangan Buruh PKI Memperjuangkan THR
Kemudian pada 19 November 1953, Masjid Al-Azhar di Kebayoran Baru ini mulai dibangun hingga selesai pada tahun 1958.
Pembangunan masjid tersebut menelan biaya yang cukup besar saat itu, yakni Rp 6,3 juta.
Ketika pertama kali selesai, namanya bukanlah Masjid Agung Al-Azhar, melainkan Masjid Agung Kebayoran Baru.
Walikota Jakarta saat itu, Syamsurizal jadi tokoh yang memberikan nama tersebut.
Baca Juga: Hanya Penanda Persiapan Puasa Dimulai, Begini Sejarah Awal Mula Imsak
Baru di tahun 1960, namanya berubah menjadi Masjid Agung Al-Azhar yang diberikan oleh Rektor Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, yakni Prof.Dr. Mahmoud Zakzouk.
Penamaan tersebut terinspirasi dari Buya Hamka yang diberi anugerah sebagai doktor kehormatan.
Saat itu, Masjid Agung Al-Azhar menjadi masjid terbesar di Jakarta sebelum berdirinya Masjid Istiqlal.
Baca Juga: Sudah Jadi Tradisi Jelang Lebaran, Bagaimana Sejarah Mudik di Indonesia? Berikut Penjelasannya
Kemudian, pada tahun 1967, sebuah taman kanak-kanak dibangun di dalam kompleks Masjid Agung Al-Azhar.
Hingga seiring perkembangan zaman, baru pada tahun 2000, berdiri Universitas Al-Azhar Indonesia.
Masjid Agung Al-Azhar ini ditetapkan sebagai salah satu dari 18 situs sejarah perkembangan Kota Jakarta dan cagar budaya pada 19 Agustus 1993.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






