Resmi Dibuka Umum, Terowongan Silaturahim Istiqlal-Katedral Sepanjang 28,3 Meter, Tinggi 3 Meter dan Lebar 4,1 Meter

AKURAT JAKARTA - Resmi Dibuka untuk Umum, Terowongan Silaturahim Istiqlal-Katedral Sepanjang 28,3 Meter, Tinggi 3 Meter dan Lebar 4,1 Meter
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terowongan Silaturahim yang menghubungkan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral.
"Ini merupakan sesuatu simbol dari kerukunan antara umat beragama," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya, Kamis (12/12/24).
Presiden Prabowo menyampaikan bangsa Indonesia memiliki ciri sangat unik dan sangat membanggakan.
Yaitu bangsa yang penuh perbedaan namun tetap dapat rukun.
"Suatu bangsa yang berbeda agama, berbeda suku, berbeda kelompok, berbeda etnis, berbeda ras, berbeda bahasa daerah, berbeda adat istiadat, tapi bisa bersatu, bisa rukun," ujarnya.
Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Saat Kunjungan Paus Fransiskus ke Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal
Menurut dia, Indonesia dapat rukun di tengah perbedaan karena memiliki cita-cita yang sama yaitu meraih suatu masa depan yang bisa memberi kebahagiaan untuk seluruh rakyat Indonesia.
Ia pun mencermati pembangunan Masjid Istiqlal tidak hanya dilakukan di sebelah Gereja Katedral.
Namun juga dirancang oleh arsitek yang merupakan seorang umat Nasrani, yang turut menunjukkan kerukunan.
Terowongan Silaturahim Istiqlal-Katedral memiliki panjang 28,3 meter, tinggi 3 meter, dan lebar 4,1 meter.
Terowongan ini disebut Terowongan Silaturahim karena dirancang untuk memfasilitasi pengunjung dari kedua tempat ibadah.
Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, sehingga dapat saling terhubung dengan mudah.
Nama Terowongan Silaturahim mencerminkan tujuan utamanya untuk mempererat hubungan antar-umat beragama melalui akses yang lebih langsung dan praktis.
Terowongan ini juga bertujuan untuk menciptakan interaksi yang lebih dekat antara kedua tempat ibadah yang bersejarah.
Juga memperlihatkan bahwa meskipun berbeda dalam keyakinan, keduanya dapat saling terhubung dalam semangat persatuan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








