Jakarta

UPDATE GAZA! Lebih dari 4.000 Warga Prancis Gabung Tentara Bayaran Israel untuk Serang Gaza, Ancaman Penjara Menunggu Mereka Saat Kembali

Sastra Yudha | 24 Desember 2023, 08:21 WIB
UPDATE GAZA! Lebih dari 4.000 Warga Prancis Gabung Tentara Bayaran Israel untuk Serang Gaza, Ancaman Penjara Menunggu Mereka Saat Kembali

AKURAT JAKARTA - Salah satu stasiun penyiaran radio terkemuka di Prancis, Europe 1, mengungkapkan bahwa sedikitnya 4.000 warga negaranya telah bergabung bersama tentara bayaran Israel untuk berperang lawan Hamas di Jalur Gaza, Palestina.

“Total 4.185 orang Prancis bertempur bersama tentara Israel di garis depan di Gaza. Ini adalah kontingen terbesar setelah AS,” kata Europe 1, dikutip dari Morocco World News.

Disebutkan, mayoritas dari mereka yang bergabung jadi tentara bayaran Israel memiliki kewarganegaraan ganda yaitu Prancis-Israel.

Selain itu, sekitar 1.200 warga Yahudi yang selama ini tinggal di Prancis, juga pindah atau berimigrasi ke Israel.

Baca Juga: Ini Harga dan Cara Beli Tiket Swara Prambanan, Bisa Malam Tahun Baruan Sambil Nonton Konser Sheila On 7 dan Kunto Aji

Menurut catatan Jerusalem Post, sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu, telah terjadi peningkatan sebesar 430 persen atau sekitar 1.200 warga telah mengajukan permohonan aliyah atau imigrasi Yahudi dari Prancis ke Israel.

Fakta ini sontak memicu protes dari sejumlah pihak. Salah satunya dari Thomas Portes, anggota parlemen dari partai politik La France Insoumise (LFI).

Thomas Portes dengan tegas menentang tindakan yang dilakukan 4.000 warga Prancis yang bergabung dengan tentara Israel untuk menyerang Gaza.

Thomas Portes pun meminta pemerintah Prancis untuk memberikan hukuman penjara terhadap warga negara Prancis yang terlibat dalam kejahatan perang terhadap warga Palestina.

“Kolonisasi merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Jika Kementerian Kehakiman gagal mengambil tindakan segera, parlemen berhak melaporkan masalah tersebut ke Jaksa Penuntut Umum Paris agar mereka dipenjara,” tegas Thomas Portes.

Baca Juga: Gelar Nobar Debat Cawapres Serentak di 38 Provinsi, Relawan Progresif Ajak Masyarakat Tak Golput di Pilpres 14 Februari 2024 Nanti

Senada dengan Thomas Portes, Asosiasi France Palestine Solidarite (AFPS) juga menyerukan pertanggungjawaban bagi warga Prancis yang terlibat dalam kejahatan perang terhadap Palestina.

"Kami tidak akan menerima tindakan ini. Prancis harus menerapkan sanksi kepada kelompok (tentara bayaran) Israel yang menyerang warga Palestina," katanya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.