Berikut Profil Khaled Mashal, Pemimpin Baru Hamas Gantikan Yahya Sinwar yang Syahid Dibunuh Israel, Ahli Fisika yang Pernah Diracun di Yordania

AKURAT JAKARTA - Organisasi pejuang Palestina, Hamas, resmi menunjuk Khaled Mashal sebagai pemimpin baru menanggatikan Yahya Sinwar yang meninggal dunia dibunuh Israel, tiga hari lalu.
Sebelumnya, Khaled Mashal adalah pemimpin biro politik Hamas yang bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak luar, terutama dalam pembicaraan tentang pembebasan sandera Israel.
Sejak terbunuhnya Yahya Sinwar, Khaled Mashal telah mengambil alih pimpinan organisasi Palestina tersebut.
Baca Juga: Prediksi Skor Holstein Kiel vs Union Berlin di Bundesliga: Die Storche Cari Kemenangan Perdana
Melihat gaya kepemimpinan Khaled Mashal, beberapa pihak meyakini bahwa pembicaraan tentang pertukaran tahanan dan mengakhiri perang di Gaza akan menjadi semakin sulit.
Diketahui, Yahya Sinwar baru tiga bulan ditunjuk sebagai pemimpin Hamas. Ia resmi menjadi kepala Hamas pada awal Agustus 2024, menggantikan Ismail Haniyeh yang tewas dalam serangan Israel di Teheran, ibu kota Iran.
Sebelum menggantikan Ismael Haniyeh, Yahya Sinwar merupakan petinggi Hamas yang paling diburu Israel. Ia juga disebut kepala militer Hamas di Gaza.
Israel bahkan menuduh Yahya Sinwar sebagai dalang operasi serangan dadakan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 silam.
Yahya Sinwar meninggal dunia karena tertembak di kepala dalam pertempuran dengan Israel. Ia masih mencoba melempar drone Israel dengan kayu saat tubuhnya sudah penuh tembakan.
Warga Gaza memujinya sebagai ‘cara para pahlawan mati’. Yahya Sinwar akan menjadi contoh bagi semua warga Palestina dan generasi mendatang dalam melakukan perlawanan mereka terhadap Isarel.
Salah satu warga Gaza yang bernama Adel Rajab berusia 60 tahun, mengatakan bahwa Sinwar meninggal dengan mengenakan rompi militer, bertempur dengan senapan dan granat.
“Ketika dia terluka dan berdarah, dia bertempur dengan tongkat. Beginilah cara para pahlawan mati," kata Adel Rajab.
"Saya telah menonton video itu 30 kali sejak tadi malam, tidak ada cara yang lebih baik untuk mati," kata Ali yang merupakan seorang pengemudi taksi berusia 30 tahun di Gaza.
Profil Khaled Mashal
Kembali ke Khaled Mashal, pemimpin baru Hamas. Ia adalah seorang pemimpin politik Palestina.
Mashal telah menjadi pemimpin utama pergerakan Hamas, sebuah organisasi paramiliter Islam di Palestina dan partai politik, sejak pembunuhan Abdel Aziz al-Rantissi pada tahun 2004.
Khaled Mashal merupakan ahli fisika yang dikenal sebagai wakil Hamas di dunia setelah 21 tahun menjabat ketua Biro Politik Hamas.
Khaled Mashal lahir pada 28 Mei 1956 di Silwad, sebuah desa utara dekat kota Ramallah di Tepi Barat.
Ia bersekolah di Sekolah Dasar Silwad sampai Perang Enam Hari pecah pada 1967.
Ayahnya lantas memindahkan mereka sekeluarga ke negara Teluk Arab Kuwait karena tempat tinggal mereka direbut Israel.
Pada tahun 1971, saat usianya masih sekitar 15 tahun, Mashal bergabung dengan Ikhwanul Muslimin di Kuwait.
Di sana, Mashal belajar di bidang fisika dan meraih gelar sarjana sains dari Universitas Kuwait.
Ia juga mendirikan kelompok mahasiswa bernama “List of the Islamic Right”
Pimpinan berusia 68 tahun ini mengajar di Universitas Kuwait dari tahun 1978 hingga 1984.
Ia menikah dengan Amal Saleh Al-Boureni pada 1980 dan dikarunia tiga putri serta empat putra.
Mulai Bergabung dengan Hamas
Pada 1983, pergerakan Islam Palestina menggelar sebuah konferensi internal tertutup di sebuah negara Arab yang diikuti delegasi dari Tepi Barat, Jalur Gaza, dan pengungsi Palestina dari berbagai negara tetangga.
Konferensi ini dianggap sebagai pijakan berdirinya Hamas. Mashal adalah bagian dari proyek kepemimpinan untuk membangun pergerakan Islam Palestina.
Setelah 1984, dia menyerahkan seluruh waktunya untuk proyek tersebut. Mashal tinggal di Kuwait sampai pecah Perang Teluk pada 1991.
Ketika Irak menginvasi Kuwait, ia pindah ke Yordania dan fokus pada Hamas.
Mashal merupakan anggota biro politik sejak Hamas didirikan. Ia mulai menjabat ketua Biro Politik Hamas sejak 1996-2017.
Pada 25 September 1997, Mashal sempat menjadi target pembunuhan yang dilakukan agensi intelijen Israel, Mossad, di bawah perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dua agen Mossad membawa paspor Kanada palsu memasuki Yordania. Setelah menunggu di pintu masuk kantor Hamas di Amman, agen datang dari belakang dan langsung menyuntikkan racun reaksi cepat ke tubuh Mashal.
Dengan segera, para agen ditangkap dan Netanyahu dipaksa menyerahkan penawar racun tersebut oleh Yordania. Nyawa Mashal pun dapat terselamatkan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









