Optimalkan Lahan Rawa Tadah Hujan, Kementan Tingkatkan Produktivitas Padi

AKURAT JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) kembali memanfaatkan dan mengembangkan lahan rawa sebagai alternatif peningkatan produksi padi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pengembangan lahan rawa merupakan komitmennya untuk mempercepat kebutuhan masa tanam dalam waktu dekat ini.
Pengembangan lahan rawa dikelola melalui optimasi lahan yang diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas.
“Tolong bantu percepat tanam percepat produksi sehingga kita tidak perlu impor. Kami akan bentuk brigade, ada combine harvester, excavator, traktor dan lain-lain,” kata Amran.
"Saya mau pemuda-pemuda yang mengelola, nanti bagi hasil sehingga pemuda untung, petanipun untung," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan solusi dari dampak climate change. El Nino adalah peningkatan produktivitas dan produksi padi serta jagung dengan dimulainya musim rendeng tahun 2023 - 2024.
Baca Juga: Serunya Pekan Ini, Konser Gratis di Jabodetabek, Cek Waktu dan Lokasinya di Sinii
“Peningkatan produktivitas padi dan jagung dapat dilakukan dengan peningkatan luas tambah tanam melalui IP, perluasan areal lahan rawa dari 30,1 juta Ha, dengan potensi pertanian sebanyak 10 juta Ha”, jelas Dedi pada acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP), Jumat (08/12/2023).
Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen. PSP), Baginda Siagian menjelaskan bagaimana pertanian yang dilakukan pada lahan rawa.
Tujuan dilaksanakan Optimasi Lahan (Opla) rawa diantaranya untuk peningkatan infrastruktur lahan pertanian rawa melalui pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur tata lahan dan tata air serta dapat eningkatkan IP tanaman pangan khususnya padi.
Selain itu, juga untuk meningkatkan partisipasi P3A/GP3A/Poktan/Gapoktan dalam pengelolaan lahan pertanian.
Sedangkan sasaran kegiatan Survei Investigasi Desain (SID) Opla Rawa diantaranya adalah lahan sawah eksisting yang berada pada tipologi lahan rawa, dan diusulkan oleh petani serta telah diidentifikasi oleh petugas Dinas Pertanian.
Selain juga harus sesuai dengan kriteria lahan untuk kegiatan Opla Rawa, jelas Baginda.
Baginda menambahkan bahwa untuk metode pelaksanaan SID Opla Rawa dapat dilakukan dengan menggunakan jasa konsultan, swakelola tipe 1 yaitu SID dilaksanakan oleh instansi pemilik kegiatan atau swakelola tipe 2 atau swakelola dengan pemerintah instansi lain.
Yaitu SID dapat dilakukan oleh mitra yang berasal dari instansi pemerintah selain pemilik kegiatan dan juga tenaga ahlinya dalam melaksanakan kegiatan.
Unruk rencana tindak lanjut yang akan dilakukan pada TA 2024 yaitu direncanakan SID pada 10 provinsi utama rawa yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimatan Selatan, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan.
Diharapkan agar provinsi/kabupaten/kota dapat melakukan pendetailan dan penyesuaian data yang dimiliki dan pada tahun 2024 direncanakan kegiatan konstruksi Opla secara paralel, pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






