Dukung Swasembada Pangan, Kementan Gelar Sosialisasi Cyber Extension 3.0

AKURAT JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan kembali menggelar acara Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) Volume 33 sekaligus Sosialisasi Cyber Extension 3.0, pada Selasa (30/09/2025).
Acara ini dirancang untuk membekali penyuluh pertanian agar lebih optimal dalam memanfaatkan media interaksi dan informasi berbasis website yang terbuka untuk penyuluh serta masyarakat.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan agar penyuluh mengawal program-program utama Kementan, seperti percepatan luas tambah tanam (LTT) dan peningkatan indeks pertanian (IP), sehingga para petani dapat lebih sejahtera.
Dengan adanya penyuluh yang melek teknologi, diharapkan mereka dapat mendampingi petani lebih baik dan mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Kepala Badan PPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi sangat diperlukan dalam mendukung program utama Kementerian Pertanian.
Dengan didukung inovasi dan pemanfaatan digitalisasi teknologi, saya yakin target utama Kementan dalam meningkatkan produksi sekaligus mengantisipasi darurat pangan akan tercapai.
Baca Juga: Festival 5 Danau Kembali Digelar di Solok Sumbar pada 9-11 Oktober 2025, Simak Rangkaian Acaranya!
Sementara, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, I Gusti Made Ngurah Kuswandana menegaskan bahwa peran penyuluh sangat penting sebagai ujung tombak di lapangan.
“Penyuluh pertanian adalah garda terdepan dalam mensukseskan percepatan swasembada pangan”, ujarnya.
Narasumber Ngobras, Galih Tresnandika sebagai tim pengembang menjelaskan bahwa Cybex Extension 3.0 ini merupakan pengembangan dari versi sebelumnya dan dirancang sebagai media strategis untuk mempercepat penyebaran informasi pertanian.
Platform ini dilengkapi dengan berbagai fitur, antara lain kebijakan, materi teknis, manajemen, sosio-kultural, artikel, berita nasional/daerah, hingga dokumen digital.
“Artikel yang diunggah harus melalui proses verifikasi admin sebelum dipublikasikan. Hal ini untuk menjaga kualitas konten dan menghindari materi yang tidak sesuai. Selain itu, semua akun didaftarkan melalui pusat agar sistem lebih aman,” ujar Galih.
Galih menambahkan, meski format tulisan tidak dibatasi secara kaku, penyuluh disarankan menggunakan standar font profesional. Materi berbasis kearifan lokal juga tetap bisa dimuat setelah diverifikasi agar terjaga mutu dan kredibilitasnya.
Dengan hadirnya Cybex Extension 3.0, Kementan berharap semangat menulis dan berbagi pengetahuan di kalangan penyuluh kembali meningkat. Platform ini diharapkan bukan hanya wadah konten, tetapi juga menjadi pusat referensi pertanian yang kredibel, aman, dan mudah diakses. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






