Jakarta

Iran Tegaskan Titik Peluncuran Serangan AS Jadi Target Sah

Yusuf Doank | 13 Juli 2026, 14:48 WIB
Iran Tegaskan Titik Peluncuran Serangan AS Jadi Target Sah
Ilustrasi

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Iran memperingatkan bahwa pangkalan atau wilayah mana pun yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negaranya akan dianggap sebagai target yang sah untuk tindakan balasan.

Kementerian Luar Negeri Iran mengingatkan negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah maupun fasilitas mereka dimanfaatkan oleh Amerika Serikat (AS) atau pihak mana pun untuk menggempur Iran.

Berdasarkan hukum internasional, negara-negara tetangga berkewajiban mencegah wilayah mereka dijadikan basis aksi militer yang menargetkan Iran.

Baca Juga: Mahfud MD Akui Sempat Terkecoh soal Kasus Febrie Adriansyah

Angkatan Bersenjata Iran memastikan "titik asal peluncuran" serangan akan langsung menjadi sasaran tembak.

Kemlu Iran juga mengecam keras gelombang serangan AS yang berlangsung selama 22 jam terakhir.

Teheran menilai tindakan Washington sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam PBB yang mengancam perdamaian serta keamanan internasional.

Selain itu, AS dituduh melanggar hampir seluruh ketentuan Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani 25 hari lalu.

Washington juga disorot atas dugaan "kejahatan perang" karena menyasar infrastruktur transportasi, kapal nelayan, kapal kargo, hingga fasilitas meteorologi.

Tuduhan lain yang dilayangkan Teheran adalah keterlibatan AS dalam mengatur lalu lintas di Selat Hormuz. Langkah tersebut dinilai kembali memicu ketidakamanan di jalur maritim strategis dan mengganggu pelayaran komersial internasional.

Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat menyusul aksi saling serang antara pasukan AS dan Iran. Pada Minggu (12/7/2026),

Iran mengklaim telah menggempur sejumlah pangkalan militer AS yang tersebar di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan Washington sebelumnya.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y