Jakarta

Menlu Iran Beri Peringatan Keras ke AS: Selat Hormuz Bukan Perairan Internasional

Aisya Nur Aziza | 10 Juni 2026, 17:47 WIB
Menlu Iran Beri Peringatan Keras ke AS: Selat Hormuz Bukan Perairan Internasional

AKURAT JAKARTA — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, beri peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS).

Ia menegaskan bahwa status hukum jalur laut selat Hormuz bukanlah perairan internasional.

Hal ini memperingatkan adanya risiko besar bagi pasukan asing yang nekat beroperasi di dekat wilayah mereka.

"Selat Hormuz bukan perairan internasional tetapi dibagi antara Iran dan Oman, dan terletak ribuan mil jauhnya dari pantai Amerika Serikat. Batas maritim sangat jelas," tegas Araghchi melalui pernyataan resmi di platform media sosial X pada Selasa (9/6/2026).

Dalam unggahan tersebut, Araghchi juga menyertakan peta wilayah Selat Hormuz di kawasan Teluk Persia guna memperkuat klaim kedaulatan serta batas wilayah maritim yang sah antara Iran dan Oman.

Risiko Terjebak Baku Tembak

Menlu Iran itu menyatakan bahwa kehadiran militer asing di sekitar perbatasan Iran sangat rentan memicu eskalasi konflik yang tidak diinginkan.

Ia menyebut keberadaan armada asing di kawasan tersebut bisa memicu insiden fatal akibat salah kalkulasi.

"Angkatan Bersenjata kita yang tangguh selalu siaga terhadap setiap pelanggaran wilayah udara, darat, atau perairan Iran. Pasukan asing di dekat wilayah kita selalu berisiko karena kesalahan manusia, kecelakaan biasa, atau berpotensi terjebak dalam baku tembak," ujar Araghchi menambahkan.

Sebagai solusi untuk meredam ketegangan, Araghchi mendesak agar seluruh pasukan asing segera mengosongkan kawasan perairan strategis tersebut.

Menurutnya, lingkungan di sekitar Selat Hormuz tidak akan pernah ramah terhadap kehadiran pihak musuh.

Meskipun melayangkan ancaman, Araghchi mengeklaim bahwa Iran pada dasarnya masih membuka pintu diplomasi.

Namun, ia mengingatkan bahwa opsi militer tetap siap diambil jika kedaulatan negara mereka diganggu.

Imbas Blokade Laut Donald Trump

Ketegangan yang dilontarkan pihak Iran ini berakar dari situasi jalur laut yang terus memanas.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.