Jakarta

Cetak Petani Milenial, DPKP Kabupaten Tangerang Gencarkan Pelatihan Integrated Farming, Ubah Citra Bertani Jadi Keren

M Rahman Akurat | 6 Juni 2026, 14:08 WIB
Cetak Petani Milenial, DPKP Kabupaten Tangerang Gencarkan Pelatihan Integrated Farming, Ubah Citra Bertani Jadi Keren
Pelatihan integrated farming (pertanian terpadu) di areal lahan Taruna Tani Al Prakarsa, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa.

AKURAT JAKARTA – Upaya mencetak generasi baru petani modern terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang gencar menggelar pelatihan integrated farming (pertanian terpadu) bagi para petani milenial.

Pada Jumat (5/6/2026), DPKP Kabupaten Tangerang menggelar pelatihan di areal lahan Taruna Tani Al Prakarsa, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Usai HajarOman 3-0, Ranking FIFA Timnas Indonesia Melesat Naik 4 Peringkat

Pelatihan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong regenerasi sektor pertanian.

Keterlibatan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi pertanian modern diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pilot Project Strategis Masa Depan Agribisnis

Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian DPKP Kabupaten Tangerang, Endang Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan musiman.

Program ini dirancang sebagai sebuah proyek percontohan (pilot project) strategis yang dipersiapkan matang untuk masa depan agribisnis daerah.

"Pelatihan di kantor Taruna Tani Milenial Kecamatan Tigaraksa ini adalah pilot project kita. Kami ingin membangun sebuah model pertanian modern yang sukses terlebih dahulu di sini," ujarnya.

Ke depan, lanjutnya, konsep ini akan menjadi percontohan dan kiblat yang siap direplikasi di kecamatan-kecamatan lain di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Prediksi Skor Albania vs Luksemburg, 7 Juni 2026: Kesempatan The Eagles Akhiri Rentetan Kekalahan

Solusi Keterbatasan Lahan Lewat Integrated Farming

Pemilihan konsep integrated farming dinilai sangat tepat bagi petani milenial. Sistem ini menawarkan solusi keterbatasan lahan lewat efisiensi tinggi.

Dalam satu ekosistem, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan saling menyokong hingga menciptakan sistem zero waste (tanpa limbah).

Endang juga menyoroti tantangan besar sektor pertanian saat ini, yaitu penurunan jumlah petani usia produktif.

Di sisi lain, kebutuhan pangan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tangerang.

"Kami optimistis, lewat tangan-tangan kreatif petani milenial yang dibekali ilmu integrated farming ini, citra pertanian akan naik kelas. Bertani itu keren, canggih, dan sangat menjanjikan secara ekonomi," ungkapnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.