Pemkab Tangerang Salurkan Bantuan Pangan di 10 Desa Lokus Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Cek di Sini Langkah Strategisnya!

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bergerak cepat mengintegrasikan program penanganan stunting dengan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyaluran paket bantuan pangan secara maraton selama lima hari yang menyasar 10 desa lokus prioritas utama di wilayah Kabupaten Tangerang.
Intervensi Berdasarkan Data Prioritas
Penyaluran bantuan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati Tangerang Nomor 794 Tahun 2025 mengenai penetapan desa/kelurahan lokus prioritas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem tahun 2026.
Program ini juga menjadi pilar utama dalam menyukseskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029.
Target Utama Program:
Penghapusan kemiskinan ekstrem di pelosok desa.
Penurunan angka stunting secara signifikan.
Pemenuhan hak pangan dasar bagi keluarga rentan.
Fokus pada Gizi Spesifik: Beras Nutri Zinc dan Protein
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang, Abdul Munir, menjelaskan bahwa stimulus pangan ini dirancang khusus untuk memotong rantai kemiskinan dan kerawanan gizi.
"Penyaluran bantuan pangan ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan langkah intervensi spesifik yang terukur dari pemerintah daerah," ujar Abdul Munir.
Pemerintah secara teliti memilih komoditas yang memiliki dampak biologis langsung pada tumbuh kembang anak, berupa beras Nutri Zinc yang khusus untuk mencegah kekerdilan (stunting) dan tambahan protein hewani untuk mempercepat perbaikan status gizi balita.
Baca Juga: Warga Jabodetabek Merapat, Jobfair Online Buka 693 Lowongan Kerja
Komitmen Menuju Zero Stunting
Rangkaian penyaluran bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang ini diharapkan mampu mengakselerasi target nasional di tingkat daerah.
"Kami optimistis program ini dapat memberikan dampak signifikan dalam memperbaiki status gizi balita serta mengakselerasi target zero stunting di Kabupaten Tangerang sesuai arahan pimpinan," tutur Munir.
Ia menjelaskan, secara total program intervensi ini menyasar 750 Keluarga Beresiko Stunting (KRS) yang terbagi dalam 4 tahap pelaksanaan di 10 desa rawan stunting.
====
Pada hari pertama, Senin (18/05), tim menyambangi Desa Cikasungka, Kecamatan Solear dan dilanjutkan ke Desa Gunung Kaler, Kecamatan Gunung Kaler. Masing-masing desa tersebut menerima kuota penyaluran untuk 75 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
"Setiap paket intervensi gizi yang disalurkan terdiri dari komponen pangan esensial, yaitu 1 kg daging ayam, 500 gram kacang hijau, 1 kg gula pasir, 2 kg Beras Nutri Zinc yang merupakan beras khusus kaya kandungan gizi pencegah stunting, dan 1 liter minyak goreng," jelasnya.
Hingga akhir pekan ini, penyaluran terus berjalan secara tertib dan terjadwal ke desa-desa lokus prioritas yaitu:
Senin, 18 Mei 2026: Desa Cikasungka dan Desa Gunung Kaler.
Selasa, 19 Mei 2026: Desa Mekarsari dan Desa Sukatani.
Rabu, 20 Mei 2026: Desa Gempol Sari dan Kelurahan Salembaran Jaya.
Kamis, 21 Mei 2026: Kelurahan Pakuhaji dan Desa Gaga
Jumat, 22 Mei 2026: Desa Pangkalan dan Desa Kebon Cau.
Baca Juga: Legislator Golkar Dadiyono Soroti Mandeknya Sistem Rujukan Gawat Darurat saat Cari ICU dan HCU
Penyaluran paket stimulus gizi ini mendapat respons positif dari masyarakat penerima manfaat.
Ibu Uun, salah satu orang tua penerima manfaat asal Kabupaten Tangerang yang bayinya berusia 1 tahun 5 bulan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas intervensi langsung dari jajaran pemerintah daerah.
"Alhamdulillah, melalui program dari dinas ini sekarang kondisi anak sudah sangat terbantu dan kembali normal lagi. Peran dan bantuan pemerintah seperti ini sangat berpengaruh bagus buat pemenuhan gizi anak," ungkap Ibu Uun.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemkab Tangerang berkomitmen memastikan seluruh bantuan gizi ini tersalurkan secara tepat sasaran, demi mewujudkan generasi tangguh bebas stunting di Kabupaten Tangerang.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di 10 titik lokasi yang telah diverifikasi memiliki angka kerawanan pangan dan kemiskinan tertinggi agar bantuan tepat sasaran. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






