Jakarta

PBNU Dorong Kerja Sama Ekonomi Syariah Indonesia-Malaysia untuk Ciptakan Lapangan Kerja Baru di ASEAN

Laode Akbar | 23 Mei 2026, 20:55 WIB
PBNU Dorong Kerja Sama Ekonomi Syariah Indonesia-Malaysia untuk Ciptakan Lapangan Kerja Baru di ASEAN
Kerja sama PBNU bersama delegasi Malaysia yang dipimpin Mujahid bin Yusof Rawa

AKURAT JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong penguatan kerja sama ekonomi syariah antara Indonesia dan Malaysia sebagai upaya memperluas lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, saat menerima kunjungan delegasi Malaysia yang dipimpin Mujahid bin Yusof Rawa di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Dalam konferensi pers usai pertemuan, Yahya menegaskan bahwa jaringan warga Nahdlatul Ulama yang tersebar hingga tingkat desa merupakan modal strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dan regional.

Baca Juga: Sambut Libur Sekolah, Ada Paket Wisata Menarik di Event Di Indonesia Aja

"Basis massa NU yang luas hingga tingkat desa menjadi modal penting untuk mendukung berbagai agenda strategis pemerintah sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di masyarakat," ujar Yahya.

Menurutnya, kerja sama ekonomi syariah Indonesia-Malaysia tidak hanya berfokus pada hubungan antarpemerintah, tetapi juga diarahkan untuk membangun kolaborasi langsung di tingkat masyarakat melalui pendekatan ekonomi berbasis akar rumput (grassroots economy).

PBNU bersama mitra dari Malaysia berencana mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mencakup sektor pangan, pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM), peningkatan literasi bisnis internasional, hingga penguatan investasi masyarakat berbasis syariah.

Seluruh program tersebut akan dijalankan dengan prinsip kepatuhan syariah guna memperkuat industri halal di kawasan ASEAN.

"Kerja sama ini dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat di akar rumput. Kita akan saling berbagi pengetahuan dan teknologi untuk membantu mewujudkan target agenda prioritas pemerintah," katanya.

Yahya menilai kolaborasi tersebut dapat menjadi sarana untuk memperluas aktivitas ekonomi produktif di masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Senator Malaysia Mujahid bin Yusof Rawa menilai Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.

Menurutnya, stabilitas kawasan yang relatif terjaga serta keberagaman budaya menjadi modal penting dalam pengembangan industri halal regional.

"Langkah berikutnya, kita perlu mengubah stabilitas kawasan menjadi kesejahteraan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat luas. Kita mau mengangkat peace ini kepada prosperity, kesejahteraan ekonomi dan masyarakat," ujarnya.

Mujahid mengatakan penguatan kerja sama ekonomi syariah lintas negara diyakini mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja baru dan perluasan perdagangan halal di kawasan ASEAN.

Selain sektor riil, Malaysia juga membuka peluang kerja sama di bidang keuangan syariah dan perbankan Islam sebagai bagian dari pendekatan people to people yang melengkapi hubungan antarpemerintah di kawasan Asia Tenggara.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya penjajakan kerja sama strategis PBNU dengan berbagai mitra internasional dalam memperkuat ekonomi syariah berbasis masyarakat sekaligus memperluas kontribusi organisasi tersebut terhadap pembangunan ekonomi kawasan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y