UI Perkuat Kolaborasi Global dengan Shenzhen Chaoshan Chamber of Commerce

AKURAT JAKARTA — Universitas Indonesia (UI) terus memperluas jejaring kolaborasi global dengan menjajaki kemitraan strategis bersama Shenzhen Chaoshan Chamber of Commerce, Tiongkok.
Langkah ini diambil sebagai upaya mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan industri di level internasional.
Rektor UI, Prof Dr Ir Heri Hermansyah ST MEng IPU, memimpin langsung delegasi akademik dalam kunjungan ke Shenzhen tersebut.
Baca Juga: Mengenal Migraine Aura, Gangguan Visual yang Kerap Disalahartikan
Dia didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni Prof Dr Hamdi Muluk MSi, Dekan FIA UI Prof Dr dra Retno Kusumastuti Hardjono MSi, Dekan FIB UI Dr Untung Yuwono SS, serta Direktur Internasionalisasi Pendidikan Fadhilah Muslim ST MSc PhD DIC.
Rombongan UI disambut hangat oleh President Shenzhen Chaoshan Chamber of Commerce, Liu Haijing, dan Executive President Huang Yuhong.
Pertemuan ini difokuskan pada peluang sinergi pertukaran akademik, pengembangan talenta unggul, hingga integrasi riset dengan kebutuhan industri global.
Liu Haijing menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem industri yang terintegrasi. Saat ini, pihaknya tengah menjalankan rencana strategis "3+2+1" yang berfokus pada internasionalisasi dan transformasi digital.
"Kami melihat potensi besar dari kolaborasi dengan UI, khususnya dalam menghubungkan kekuatan akademik dengan kebutuhan industri. Kami berharap kerja sama ini membuka peluang pertukaran pengetahuan dan inovasi bersama," ujar Liu, Jumat (27/3/2026).
Rektor UI Prof Heri Hermansyah menyambut baik keterbukaan pihak Shenzhen. Sebagai universitas riset dengan ekosistem keilmuan komprehensif, UI berkomitmen mendorong hilirisasi hasil riset agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha.
"UI berharap kerja sama ini berkontribusi menciptakan inovasi aplikatif, membangun talenta berdaya saing global, serta memperkuat hubungan ekonomi dan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok," kata Prof Heri.
Sinyal positif juga datang dari perwakilan industri, Li Xiaowei. Selaku Executive Vice President asosiasi sekaligus Chairman Xinxun Group, ia memaparkan perkembangan bisnis riset dan industri chip yang telah beroperasi selama tiga tahun di Jakarta dan Tangerang.
Li berharap kemitraan ini dapat memperluas ruang kerja sama nyata, seperti program magang, penyerapan tenaga kerja, hingga pengembangan teknologi bersama. Kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan dan industri merupakan kunci utama dalam pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan di tingkat global. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









