Iran Tuding UEA Terlibat Agresi Bersama Israel, Sebut Ancam Keamanan Kawasan

AKURAT JAKARTA - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan tudingan keras terhadap Uni Emirat Arab (UEA) terlibat aktif dalam agenda agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pernyataan tersebut memperuncing ketegangan diplomatik di kawasan Teluk yang sebelumnya sempat mereda melalui gencatan senjata.
Tudingan tersebut disampaikan Araghchi di sela-sela kehadirannya dalam KTT BRICS di India.
Dia menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Abu Dhabi yang dinilai tidak menunjukkan solidaritas sesama negara kawasan saat terjadi serangan terhadap Teheran.
"UEA adalah mitra aktif dalam agresi ini, dan tidak ada keraguan tentang itu. Ketika agresi ini dimulai, mereka bahkan menolak untuk mengutuknya," kata Araghchi sebagaimana dikutip dari kantor berita IRNA, Jumat (15/5/2026).
Araghchi juga menyinggung laporan mengenai pertemuan rahasia antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan, meskipun kabar tersebut telah dibantah oleh pihak Abu Dhabi.
Menurut Teheran, keterlibatan UEA bukan lagi sekadar dukungan logistik, melainkan diduga telah bertindak langsung melawan kedaulatan Iran.
Diplomat senior Iran tersebut memperingatkan UEA bahwa kehadiran pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka tidak akan pernah bisa menjadi jaminan keamanan yang hakiki.
Sebaliknya, hal tersebut dinilai justru memicu risiko keamanan bagi negara tetangga.
"Kami menasihati perwakilan UEA bahwa rezim Zionis dan Amerika Serikat tidak dapat menjamin keamanan mereka. Kita adalah tetangga yang harus hidup bersama di masa depan. Karena itu, keamanan harus dipahami sebagai kerja sama timbal balik, bukan hasil kolaborasi dengan kekuatan asing," tegasnya.
Hubungan kedua negara memang berada di titik nadir sejak serangan balasan Iran terhadap aset-aset sekutu AS di Teluk pada Februari lalu.
Meski gencatan senjata telah berlaku sejak April, saling lempar tuduhan terkait sabotase instalasi energi dan keterlibatan militer asing terus berlanjut.
Negara-negara Teluk, termasuk UEA, secara konsisten membantah telah mengizinkan ruang udara atau wilayah mereka digunakan sebagai pangkalan serangan terhadap Iran.
Namun, Teheran tetap memandang keberadaan militer Barat di Teluk sebagai ancaman permanen bagi tatanan keamanan regional.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






