Jakarta

Iran Tuding UEA Terlibat Agresi Bersama Israel, Sebut Ancam Keamanan Kawasan

Yusuf Doank | 15 Mei 2026, 11:22 WIB
Iran Tuding UEA Terlibat Agresi Bersama Israel, Sebut Ancam Keamanan Kawasan
Menlu Iran Abbas Araghchi

AKURAT JAKARTA - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan tudingan keras terhadap Uni Emirat Arab (UEA) terlibat aktif dalam agenda agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pernyataan tersebut memperuncing ketegangan diplomatik di kawasan Teluk yang sebelumnya sempat mereda melalui gencatan senjata.

Tudingan tersebut disampaikan Araghchi di sela-sela kehadirannya dalam KTT BRICS di India.

Dia menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Abu Dhabi yang dinilai tidak menunjukkan solidaritas sesama negara kawasan saat terjadi serangan terhadap Teheran.

"UEA adalah mitra aktif dalam agresi ini, dan tidak ada keraguan tentang itu. Ketika agresi ini dimulai, mereka bahkan menolak untuk mengutuknya," kata Araghchi sebagaimana dikutip dari kantor berita IRNA, Jumat (15/5/2026).

Araghchi juga menyinggung laporan mengenai pertemuan rahasia antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan, meskipun kabar tersebut telah dibantah oleh pihak Abu Dhabi.

Menurut Teheran, keterlibatan UEA bukan lagi sekadar dukungan logistik, melainkan diduga telah bertindak langsung melawan kedaulatan Iran.

Diplomat senior Iran tersebut memperingatkan UEA bahwa kehadiran pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka tidak akan pernah bisa menjadi jaminan keamanan yang hakiki.

Sebaliknya, hal tersebut dinilai justru memicu risiko keamanan bagi negara tetangga.

"Kami menasihati perwakilan UEA bahwa rezim Zionis dan Amerika Serikat tidak dapat menjamin keamanan mereka. Kita adalah tetangga yang harus hidup bersama di masa depan. Karena itu, keamanan harus dipahami sebagai kerja sama timbal balik, bukan hasil kolaborasi dengan kekuatan asing," tegasnya.

Hubungan kedua negara memang berada di titik nadir sejak serangan balasan Iran terhadap aset-aset sekutu AS di Teluk pada Februari lalu.

Meski gencatan senjata telah berlaku sejak April, saling lempar tuduhan terkait sabotase instalasi energi dan keterlibatan militer asing terus berlanjut.

Negara-negara Teluk, termasuk UEA, secara konsisten membantah telah mengizinkan ruang udara atau wilayah mereka digunakan sebagai pangkalan serangan terhadap Iran.

Namun, Teheran tetap memandang keberadaan militer Barat di Teluk sebagai ancaman permanen bagi tatanan keamanan regional.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y