Dialog Diplomatik Iran-AS di Islamabad Diperpanjang, Fokus pada Gencatan Senjata

AKURAT JAKARTA – Perundingan tingkat tinggi antara delegasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, dipastikan akan diperpanjang satu hari.
Putaran baru pembicaraan dijadwalkan kembali dimulai pada Minggu (12/4), sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Iran, Tasnim.
Pemerintah Iran melalui saluran resminya menegaskan bahwa kedua belah pihak tetap berkomitmen untuk melanjutkan dialog, meskipun masih terdapat perbedaan pandangan yang cukup tajam.
Baca Juga: Legislator Golkar Judistira Hermawan Soroti Krisis Sampah Jakarta, Dorong Perubahan Sistem Total
"Negosiasi akan terus berlanjut meskipun terdapat sejumlah perbedaan," tulis pernyataan resmi pemerintah Iran via Telegram.
Pertemuan di Islamabad ini dimulai sejak Sabtu kemarin, menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang dicapai pada Rabu malam sebelumnya.
Fokus utama pertemuan ini adalah untuk memperinci teknis pelaksanaan gencatan senjata serta meredakan ketegangan di kawasan.
Kedua negara mengirimkan representasi kunci dalam pertemuan strategis ini:
Delegasi Iran: Dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, serta Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.
Delegasi Amerika Serikat: Dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vance, didampingi utusan khusus kepresidenan Steve Witkoff, dan menantu Presiden Trump, Jared Kushner.
Perpanjangan waktu perundingan ini mengindikasikan adanya pembahasan yang kompleks, terutama terkait tuntutan ekonomi dan stabilitas keamanan di Timur Tengah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









