Jakarta

Hadiri Haul ke-74 Abuya Nawawi, Bupati Maesyal Ajak Masyarakat Tangerang Teladani Perjuangan Ulama Asal Cisauk Ini

M Rahman Akurat | 30 Maret 2026, 07:30 WIB
Hadiri Haul ke-74 Abuya Nawawi, Bupati Maesyal Ajak Masyarakat Tangerang Teladani Perjuangan Ulama Asal Cisauk Ini
Bupati Tangerang di acara peringatan Haul ke-74 Abuya Nawawi Cisauk

AKURAT JAKARTA – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri peringatan Haul ke-74 Abuya Nawawi yang digelar di Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, pada Minggu malam (29/03/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai pemacu semangat dalam membina umat dan melanjutkan pembangunan daerah.

Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa sosok Abuya Nawawi bukan sekadar tokoh agama, melainkan pejuang yang menjadi rujukan bagi para pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia pada masanya.

Baca Juga: Bocoran Toyota Rush 2026, Bawa Sistem Hill Start Assist dan 6 Airbags, Siap Tantang SUV 7 Penumpang Lain

"Kegiatan ini bukan hanya untuk mengenang jasa dan perjuangan orang tua, sesepuh, sekaligus guru kita Abuya Nawawi. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk terus membina dan meneruskan kiprah beliau demi kemaslahatan masyarakat," ujarnya.

Sosok Ulama dan Pejuang

Menurut Bupati Maesyal, sejarah mencatat Abuya Nawawi sebagai tokoh besar dari Desa Suradita yang memiliki peran vital dalam pergerakan nasional.

Kediamannya kala itu kerap menjadi tempat berkonsultasi bagi para pejuang kemerdekaan Indonesia.

"Beliau adalah tempat bertanya para pejuang Negara Republik Indonesia. Mari kita kirimkan doa dan tahlil, semoga Abuya Nawawi mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT," imbuhnya.

Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid menekankan pentingnya sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan pembangunan daerah.

Ia berharap semangat perjuangan sang ulama dapat diimplementasikan masyarakat dalam mendukung program pemerintah yang sedang berjalan.

Baca Juga: Jangan Lupa, Konser Band Ungu Bakal Guncang Bojonegoro

Momentum Syawal dan Pembangunan

Masih dalam suasana bulan Syawal 1447 H, Bupati Maesyal Rasyid juga memanfaatkan momen ini untuk bersilaturahmi dan memohon maaf lahir batin kepada warga Kecamatan Cisauk.

"Atas nama pribadi dan pemerintah, saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin. Kami memohon doa serta dukungan masyarakat agar program pembangunan yang merupakan amanah ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi warga Kabupaten Tangerang," pungkasnya.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati area lokasi haul sang ulama legendaris tersebut.

Baca Juga: Arus Balik Memuncak, 202 Ribu Penumpang Padati Kereta Api Hari Ini

Profil Singkat Abuya Nawawi

Abuya Nawawi adalah seorang ulama terkemuka asal Cibadak, Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Tokoh ini berbeda dari Syekh Nawawi al-Bantani, ulama besar bertaraf internasional yang berasal dari Serang, Banten, dan pernah menjadi imam besar Masjidil Haram, Mekkah, Saudi Arabia.

Namun, informasi biografi lengkap tentang Abuya Nawawi ini relatif terbatas di sumber terbuka, karena ia lebih dikenal sebagai ulama karismatik di tingkat lokal dan komunitas pesantren di wilayah Tangerang Raya.

KH. Nawawi atau Abuya Nawawi, lahir dan besar di Desa Cibadak, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Wilayah ini merupakan bagian dari kawasan penyebaran Islam awal di Tangerang, yang dipengaruhi oleh tradisi pesantren dan ulama Banten.

Ia dikenal sebagai ahli ilmu fiqih, tasawuf, dan dakwah. Pendidikannya dimulai di pesantren lokal di Cisauk dan sekitarnya, di mana ia belajar kepada ulama-ulama Banten seperti keturunan Syekh Nawawi al-Bantani atau tokoh-tokoh pesantren di Serang dan Rangkasbitung.

Kemudian, ia melanjutkan studi ke pusat keilmuan Islam di Banten dan Jawa Barat, mengikuti tradisi sanad (rantai guru-murid) yang kuat di wilayah tersebut.

Sebagai ulama lokal, Abuya Nawawi aktif dalam pengajaran di masjid-masjid dan pondok pesantren di Cisauk.

Baca Juga: Catat Waktunya, Delapan Fenomena Langit Bakal Hiasi Bulan April 2026

Peran dan Kontribusi dalam Dakwah

Abuya Nawawi dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh dalam dakwah dan pendidikan Islam di wilayah Tangerang Raya.

Ia sering memimpin kegiatan keagamaan seperti istighosah, pengajian kitab kuning, dan bahtsul masail (diskusi fiqih), yang menjadi rujukan bagi masyarakat.

Sebagai ulama, ia terlibat dalam menjaga harmoni antarumat beragama di Cisauk, yang merupakan daerah majemuk dengan penduduk dari berbagai suku dan latar belakang.

Kontribusinya mencakup pembinaan akhlak dan transformasi sosial melalui pesantren, mirip dengan ulama Banten lainnya yang menekankan toleransi dan perlawanan terhadap bid'ah.

Ia juga disebut dalam daftar ulama panutan Banten, di mana namanya tercatat sebagai salah satu dari ratusan tokoh yang membentuk tradisi keilmuan di Serang dan Tangerang Raya.

Baca Juga: Mauro Zijlstra Alami Cedera, John Herdman Panggil Jens Raven Perkuat Lini Serang Garuda

Warisan dan Pengaruh

Meskipun detail tanggal lahir dan wafatnya tidak banyak tercatat secara publik, Abuya Nawawi dihormati sebagai pewaris tradisi ulama Banten yang moderat dan inklusif.

Pengaruhnya terus hidup melalui murid-muridnya di pesantren lokal di Cisauk, yang kini menjadi bagian dari jaringan pendidikan Islam di Tangerang.

Ia sering disejajarkan dengan tokoh seperti KH. Abdul Mu'thi atau KH. Hasan Basri di wilayah yang sama, yang aktif dalam dialog lintas agama. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.