Buka Rakor Penanggulangan HIV/AIDS, Wabup Intan Ungkap Jumlah ODHA di Kabupaten Tangerang Lebih dari 6.000 Orang, Butuh Penanganan Berkelanjutan

AKURAT JAKARTA - Penyakit HIV/AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius baik secara global maupun nasional.
Demikian disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan HIV/ADIS.
Rakor digelar dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2025, yang mengambil tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”.
Rakor Penanggulangan HIV/AIDS tersebut digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, di Tigaraksa, pada Kamis (4/12/2025)
Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan pentingnya layanan HIV/ADIS yang berkelanjutan dan berkesinambungan.
Pelayanan terhadap penderita HIV/AIDS tidak boleh berhenti. Pelayanan mulai dari pendampingan, sosialisasi, pencegahan hingga pengobatan, harus terus dilakukan.
Wabup Intan mengungkapkan, saat ini di Indonesia diperkirakan terdapat lebih dari 564.000 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Di Kabupaten Tangerang, tercatat sekitar 6.619 ODHA. Rinciannya, 3.793 orang sedang menjalani pengobatan ARV, dan 2.826 orang telah melakukan pemeriksaan Viral Load dengan hasil tersupresi.
Antiretroviral atau ARV adalah kombinasi obat-obatan untuk mengobati infeksi HIV dengan menghentikan reproduksi virus, sehingga mengurangi kadar virus dalam tubuh dan menjaga sistem kekebalan tubuh.
Meskipun ART tidak dapat menyembuhkan HIV, pengobatan ini memungkinkan ODHA untuk hidup lebih lama dan sehat, menurunkan risiko penularan, dan menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi atau telah tersupresi.
Wabup Intan menekankan bahwa pelayanan terhadap penderita HIV/AIDS tidak boleh berhenti. Pencegahan, tes, pendampingan, hingga pengobatan harus tetap tersedia tanpa hambatan.
"Perubahan di tingkat nasional maupun daerah tidak boleh mengurangi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan,” tandas Wabup Intan.
Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen kuat untuk mempercepat penanggulangan HIV/AIDS melalui penguatan layanan kesehatan, edukasi masyarakat, serta kerja sama lintas sektor.
"Dibutuhkan kolaborasi menyeluruh dari pemerintah, fasilitas kesehatan, dunia pendidikan, komunitas, hingga tokoh masyarakat untuk mencapai taget elimanasi AIDS 2030," katanya.
Baca Juga: Zaki Ungkap Pembentukan Mentalitas Garuda Muda di Piala Dunia, Dipagari Dua Psikolog Khusus
Target Eliminasi AIDS 2030, lanjut Wabup Intan, hanya bisa dicapai jika seluruh pihak bergerak bersama.
"Kita perlu memperkuat koordinasi lintas sektor, memperluas layanan berkualitas, serta memastikan tidak ada lagi stigma atau diskriminasi terhadap ODHA," tegasnya.
“Sekali lagi saya tegaskan, dukungan sosial dan layanan terhadap ODHA tanpa diskriminasi sangat dibutuhkan," tegasnya.
Keberadaan tokoh agama, termasuk MUI, sangat penting untuk membantu mengubah stigma masyarakat agar lebih menerima dan mendukung ODHA dalam proses pemulihan.
Sementara Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kab. Tangerang, Efi Indarti, mengatakan bahwa sektor pendidikan memiliki peran penting dalam pencegahan sejak dini.
Untuk itu, pihaknya bersama para pendidik akan melakukan deklarasi komitmen pencegahan HIV di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Diskon 30 Persen! KAI Siapkan 1,5 Juta Kursi Ekonomi Saat Nataru, Cek Tanggal Keberangkatan Anda
“Sekolah adalah ruang strategis untuk membangun kesadaran kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS. Anak-anak dan remaja harus diberi pemahaman sejak dini.,” ujarnya.
Pihaknya bersama seluruh stakeholder terkait juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk penanganan dan penanggulan HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang
“Kami bersama seluruh pihak terkait terus menguatkan komitmen besama untuk menerapkan strategi prioritas sesuai arahan nasional," katanya.
"Termasuk penguatan kebijakan daerah, perluasan layanan tes dan terapi ARV, peningkatan monitoring dan sistem data, kolaborasi bersama komunitas dan pendamping, serta upaya penghapusan stigma,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut dirangkaikan juga dengan pemberian piagam penghargaan untuk para mitra penanggulangan AIDS, pemenang lomba video edukasi Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025.
Selain itu, juga ada pemberian santunan untuk anak dengan HIV (ADHIV) sebanyak 5 orang, serta penandatanganan deklarasi dukungan pencegahan penularan HIV/AIDS. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






