Bupati Tangerang Sampaikan 6 Usulan Prioritas Pembangunan Infrastruktur pada Rakor Pekerjaan Umum Provinsi Banten, Berikut Rinciannya!

AKURAT JAKARTA — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyampaikan enam usulan prioritas pembangunan infrastruktur dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Infrastruktur di lingkungan UPT Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Banten.
Rakor yang dipimpin langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, tersebut digelar di Aula Pendopo Gubernur Banten, pada Senin (25/8/2025).
Rakor dihadiri pula oleh Ketua DPRD Provinsi Banten, serta diikuti para bupati dan wali kota se-Provinsi Banten.
Rakor ini menjadi forum penting bagi kepala daerah dalam menyampaikan aspirasi, isu strategis, serta usulan prioritas pembangunan infrastruktur di wilayahnya masing-masing.
Enam usulan yang disampaikan Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, tersebut dianggap mendesak untuk segera ditangani dan dikerjakan.
Enam usulan prioritas pembangunan infrastruktur tersebut antara lain:
1. Penurapan Tanjung Burung, Kecamatan Pakuhaji.
2. Penurapan Pasir Ampo, Kecamatan Kresek.
3. Pembangunan Underpass Bitung
4. Penanganan Situ Gelam, Pasar Kemis.
5. Penanganan longsor di Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan.
6. normalisasi Kali Cirarab, Desa Kadu Jaya.
Bupati Maesyal menegaskan, usulan-usulan tersebut sangat mendesak untuk segera ditindaklanjuti karena menyangkut keselamatan warga serta penanggulangan banjir yang kerap melanda wilayah Kabupaten Tangerang.
“Banyak lokasi yang sudah kami upayakan penanganannya dengan APBD Kabupaten, namun skalanya terlalu besar sehingga perlu dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat," tegasnya.
Baca Juga: 942 Menu Legendaris Nusantara Hadir di JF3 Food Festival, Sudah Coba?
"Misalnya penurapan di Tanjung Burung dan Pasir Ampo, kalau tidak segera ditangani berpotensi menimbulkan kerusakan lebih luas dan membahayakan masyarakat,” lanjutnya.
Terkait Situ Gelam, Kecamatan Pasar Kemis, pihaknya menjelaskan bahwa kawasan tersebut setiap musim hujan selalu tergenang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sudah menyiapkan solusi jangka pendek melalui pompa air.
Namun untuk solusi permanen diperlukan relokasi serta pembangunan infrastruktur besar seperti pintu air dan penurapan.
“Pompa air sudah kami sediakan, tetapi karena debit air yang sangat besar, kapasitasnya tidak mencukupi," ungkapnya.
Bupati memohon agar ada intervensi program strategis dari pemerintah pusat maupun provinsi, sehingga masalah Situ Gelam ini bisa diselesaikan secara menyeluruh.
Selain itu, Bupati Maesyal juga menyinggung longsor besar yang terjadi di Desa Karang Tengah, Pagedangan.
Tanah longsor di kawasan tersebut mencapai panjang sekitar 140 meter dan kedalaman hingga 40 meter.
Menurut Maesyal, kondisi seperti ini sangat berpotensi mengancam permukiman warga jika tidak segera ditangani.
Pemkab Tangerang telah menyiapkan rencana alokasi anggaran di APBD 2026, namun tetap membutuhkan izin dan sinkronisasi dengan Kementerian PUPR.
Sedangkan untuk Kali Cirarab di Desa Kadu Jaya, Bupati Maesyal mengusulkan normalisasi sungai, agar aliran air lebih lancar dan tidak menimbulkan banjir di kawasan padat penduduk tersebut.
Ditegakan bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini, setiap usulan yang disampaikan tersebut merupakan hasil kajian di lapangan dan kebutuhan riil masyarakat.
Pemkab Tangerang juga telah menyiapkan sharing anggaran sepanjang sesuai regulasi dan telah mendapat izin dari Kementerian PUPR maupun BPK.
“Pada prinsipnya, kami siap bersinergi. Kalau memang wewenang pusat, kami tetap siapkan alokasi sharing di daerah agar penanganannya bisa cepat," ujarnya.
"Karena bagi masyarakat, mereka tahunya ada bupati dan gubernur, sehingga kita semua harus hadir memberikan solusi,” tegasnya.
Baca Juga: Siap-siap! Ini Jadwal dan Cara Beli Tiket Konser Rich Brian di Jakarta
Sementara Gubernur Banten, Andra Soni, menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi antar pemerintah daerah dengan provinsi dan pusat.
Menurutnya, infrastruktur di Banten sangat strategis karena berpengaruh langsung terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Forum ini adalah ruang bagi para bupati dan wali kota untuk menyampaikan isu-isu strategis di daerahnya," tegasnya.
"Banten adalah provinsi yang sangat strategis, sehingga kualitas infrastruktur di wilayah ini juga memengaruhi persepsi nasional bahkan internasional," lanjutnya.
Gubernur berharap, hasil Rakor ini selanjutnya akan menjadi bahan telaah lebih lanjut untuk ditindaklanjuti secara teknis oleh OPD terkait bersama pemerintah pusat.
Baca Juga: Cacingan pada Anak, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat!
"Saya berharap koordinasi yang terbangun akan menghasilkan pembangunan infrastruktur yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Banten," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








