BGN Perketat Distribusi Makan Bergizi Gratis Demi Cegah Keracunan

AKURAT JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat prosedur distribusi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah munculnya kembali kasus keracunan di beberapa daerah.
Langkah ini diambil sebagai bentuk koreksi dan pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa pengetatan pertama dilakukan pada protokol keamanan saat pengantaran makanan dari dapur ke sekolah.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di Jabar, BGN Lakukan Investigasi Menyeluruh untuk Cegah Kejadian Terulang
Pengetatan distribusi juga mencakup pembatasan waktu maksimal pengiriman makanan agar kualitas tetap terjaga saat sampai di tangan siswa.
Selain itu, BGN memperkuat mekanisme distribusi di lingkungan sekolah, termasuk proses penyimpanan serta penyerahan makanan kepada para siswa.
Upaya ini ditujukan agar makanan yang diberikan tidak hanya bernutrisi, tetapi juga aman dikonsumsi.
Langkah berikutnya adalah menetapkan batas toleransi waktu antara saat makanan diterima hingga harus dikonsumsi, guna mencegah pembusukan.
BGN juga menetapkan kewajiban uji organoleptik yang meliputi tampilan, aroma, rasa, dan tekstur makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.
Ini merupakan langkah penting dalam menjamin mutu makanan sebelum dikonsumsi.
Kasus keracunan MBG baru-baru ini terjadi di Kota Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya.
Di Bandung, sebanyak 342 siswa SMP Negeri 35 mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG pada 29 April.
Sementara itu, di Tasikmalaya, Dinas Kesehatan setempat menangani 25 pelajar SD dan SMP yang juga mengalami gejala serupa usai menyantap makanan dari program MBG.
Menanggapi hal ini, Dadan Hindayana meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil investigasi resmi dari BGN.
Ia menegaskan bahwa informasi akan terus diperbarui melalui kanal komunikasi resmi lembaga tersebut.
“Kami memahami kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat. Untuk itu kami mengimbau seluruh pihak agar tetap tenang dan menunggu hasil resmi investigasi. BGN akan terus menyampaikan informasi secara terbuka dan bertanggung jawab,” ujar Dadan.
BGN berkomitmen menjaga kepercayaan publik serta memastikan bahwa Program MBG terus menjadi solusi pemenuhan gizi anak-anak Indonesia secara aman dan bermanfaat.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan generasi muda tanpa mengabaikan aspek keselamatan konsumsi.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






