Kecelakaan Maut Tol Bawen Semarang, Polisi Tetapkan AR Sebagai Tersangka

AKURAT JAKARTA - Polisi menetapkan tersangka kasus kecelakaan maut di exit Tol Bawen, Semarang, Jawa Tengah, yang menewaskan 4 orang.
Sopir tronton yang mengakibatkan kecelakaan resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Hal itu disampaikan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Agus Suryo Nugroho kepada wartawan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Truk Rem Blong Tabrak 16 Kendaraan, 4 Korban Tewas
Dia menyatakan, status hukum sopir inisial AR resmi dinaikan dari saksi menjadi tersangka.
"Iya benar, sudah resmi menjadi tersangka,” kata Kombes Pol Agus Suryo Nugroho.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut tepatnya terjadi di simpang exit tol Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (23/9) pukul 18.30 WIB.
Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Suhu 38 Derajat Celsius, Selasa 26 September 2023
Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra menyatakan ada empat korban tewas. Tiga meninggal dunia di TKP, satu lainnya di rumah sakit.
Sementara ada 16 kendaraan bermotor yang dihantam oleh truk tronton diduga mengalami rem blong.
Enam belas kendaraan bermotor itu terdiri dari tujuh mobil dan sembilan sepeda motor.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Satake Bayu Setianto mengungkapkan, ke 16 kendaraan bermotor tersebut adalah truk tronton merek Nissan bernomor polisi AD 8911 IA.
Truk tersebut menghantam mobil Nissan Grand Livina AA 4985 AW, Toyota Vios K 1170 YP, Daihatsu Ayla AA 8557 CN, Totoya Kijang H 9438 YL, Honda Brio H 1875 AV, dan Toyota Avanza bernomor polisi H 9072 ZL.
Sedangkan sepeda motor yang terlibat terdiri dari Honda Beat bernomor polisi H 4266 EC, Honda CBR AD 4941 AF, Honda Scopy H 3576 EC, Honda CB H 4042 BNG, dan Honda Supra AA 4985 AW.
Selain itu Honda Genio H 3326 IL, Honda VARIO H 2701 ZI, Honda Beat H 4467 ACC dan satu unit Yamaha Mio yang tidak terdapat nomor polisi kendaraannya.
"Sehingga total 16 kendaraan bermotor," papar Satake kepada wartawan, MInggu (24/9).
Polisi kini sedang memeriks pengemudi truk maut bernama Agus Riyanto (44 tahun) yang diketahui sebagai warga Donorojo, Pacitan, Jawa Timur.
Sopir truk saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Unit Laka Satlantas Polres Semarang, termasuk kernetnya, Triyatno (33) warga Wonogiri, Jawa Tengah.
Polda Jateng mencatat, identitas tiga korban jiwa masing-masing atas nama Rudi Oki Candra dan Aditya Dwiky Hartanto warga warga Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.
Sedangkan satu korban lainnya atas nama Aldi Eko Saputro warga Ngesrep Barat, Gang Nyai Tompo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
"Kasus kecelakaan ini, kini ditangani oleh Unit Lakalantas Satlantas Polres Semarang," tegas Kabid Humas Polda Jawa Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





