Jakarta

Kondisi Terkini Aktivis Flotilla Gaza yang Diculik Israel: Tangan Terikat ke Belakang, Dipaksa Sujud Depan Tentara, Bikin Pemimpin Dunia Murka!

M Rahman Akurat | 21 Mei 2026, 06:26 WIB
Kondisi Terkini Aktivis Flotilla Gaza yang Diculik Israel: Tangan Terikat ke Belakang, Dipaksa Sujud Depan Tentara, Bikin Pemimpin Dunia Murka!
Kondisi para aktivis Global Sumud Flotilla yang diculik tentara Israel

AKURAT JAKARTA – Dunia internasional mengecam keras aksi provokatif Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.

Melalui unggahan media sosialnya, Ben-Gvir memamerkan video perlakuan tidak manusiawi terhadap aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang ditahan saat menuju Gaza.

Dalam video yang diunggah pada Rabu (20/5/2026), terlihat para aktivis—termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI)—dipaksa berlutut dengan dahi menyentuh lantai dan tangan terikat.

Baca Juga: Arsenal Siapkan Parade Juara Liga Inggris, The Gunners Bisa Rayakan Double Winners Usai Final Liga Champions

Penghinaan Terhadap Martabat Manusia

Rekaman tersebut memicu kemarahan publik karena Ben-Gvir menyertakan keterangan "Selamat Datang di Israel" dengan latar belakang lagu kebangsaan Israel yang berkumandang.

Beberapa aktivis bahkan terlihat dipaksa memegang paspor mereka saat berada dalam posisi merunduk tersebut.

Reaksi Keras Pemimpin Dunia

Aksi ini memicu gelombang pemanggilan Duta Besar Israel di berbagai negara besar. Berikut pernyataan sejumlah negara yang mengecam Tindakan tantara Israel tersebut:

Baca Juga: Berita Terkini: Aston Villa Juara Liga Europa! The Villans Pesta Gol di Final Lawan Freiburg

  • Italia: Perdana Menteri Giorgia Meloni menegaskan bahwa gambar tersebut tidak dapat diterima. "Ini melanggar martabat manusia," ujarnya melalui pernyataan resmi di platform X.

  • Prancis: Menlu Jean-Noel Barrot mengecam keras tindakan tersebut dan menuntut pembebasan segera warga negara Prancis yang ikut ditahan.

  • Kanada: Menteri Luar Negeri Anita Anand menyebut insiden ini "sangat mengkhawatirkan" dan memastikan Ottawa akan memanggil Dubes Israel untuk dimintai pertanggungjawaban.

  • Belanda: Menlu Tom Berendsen menyatakan perlakuan terhadap tahanan sipil tersebut telah melanggar konvensi kemanusiaan internasional.

  • Korea Selatan: Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyebut tindakan Israel itu sangat di luar batas. "Apa dasar hukumnya? Apakah itu perairan teritorial Israel? Apakah itu tanah Israel? Jika terjadi konflik, dapatkah mereka menyita dan menahan kapal negara ketiga?" tegasnya.

  • Portugal: Kementerian Luar Negeri Portugal juga mengecam keras "perilaku yang tidak dapat ditoleransi" dari Ben-Gvir.

  • Spanyol: Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menyebut perlakuan terhadap para aktivis itu "mengerikan".

  • Irlandia: Menteri Luar Negeri Irlandia Helen McEntee mengatakan dia "terkejut" dengan rekaman tersebut, dan menyerukan pembebasan segera para aktivis.

====

Total ada 430 aktivis Global Sumud Flotilla yang ditangkap oleh tentara Israel dalam perjalanan misi kemanusiaan ke Gaza. Mereka kini dibawa ke Israel untuk menjalani penahanan.

Dari jumlah tersebut, 9 di antaranya adalah WNI. Berikut nama-nama WNI yang diculik tentara Israel dalam misi kemanusiaan ke Gaza:

Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD DKI Soroti Keterbatasan SDM dan Anggaran dalam Raperda Perlindungan Perempuan

  1. Herman Budianto Sudarsono (Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

  2. Ronggo Wirasanu (Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

  3. Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat) Kapal Josef

  4. Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1

  5. Hendro Prasetyo (SMART 171) Kapal Kasr-1

  6. ⁠Bambang Noroyono (REPUBLIKA) Kapal BoraLize

  7. ⁠Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk

  8. ⁠Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk

  9. Rahendro herubowo (iNews) Kapal Ozgurluk

Baca Juga: Gubernur Pramono Putuskan LRT Jakarta Diperpanjang ke Dukuh Atas, Tambah Anggaran Investasi Rp2,7 Triliun

Nasib 9 WNI di Israel

Hingga berita ini diturunkan, perhatian publik di Indonesia tertuju pada keselamatan sembilan WNI yang menjadi bagian dari armada kemanusiaan tersebut.

Pemerintah Indonesia diharapkan segera mengambil langkah diplomatik tegas untuk memastikan perlindungan dan pembebasan para aktivis yang diculik di perairan internasional tersebut. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.