Jakarta

Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Jakarta dan Yogyakarta Negatif

Aisya Nur Aziza | 9 Mei 2026, 23:06 WIB
Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Jakarta dan Yogyakarta Negatif
Ilustrasi suspek Hantavirus

AKURAT JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi bahwa dua kasus suspek hantavirus terbaru yang ditemukan di Jakarta dan Yogyakarta telah dinyatakan negatif.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebutkan bahwa kedua pasien tersebut saat ini telah sembuh dan dipastikan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Indonesia telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran hantavirus, khususnya varian Andes yang kini tengah mewabah di sebuah kapal pesiar internasional.

"Kami sudah koordinasi dengan WHO untuk meminta panduan skrining," ujar Menkes.

Baca Juga: WHO Tegaskan Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Pemerintah mengeklaim kapasitas laboratorium nasional saat ini jauh lebih siap dibandingkan masa pandemi lalu.

"Kami sudah meminta panduan (guidance) dari WHO untuk melakukan skrining. Fokus saat ini adalah memastikan perangkat deteksi kita siap," ujar Budi Gunadi.

Data Kasus Hantavirus di Indonesia

Meskipun kasus terbaru dinyatakan negatif, data Kemenkes menunjukkan bahwa hantavirus bukanlah ancaman baru di tanah air.

Sepanjang tahun 2024 hingga Mei 2026, tercatat ada 23 kasus terkonfirmasi positif hantavirus dengan 3 orang di antaranya meninggal dunia.

Kasus-kasus tersebut tersebar di sembilan provinsi, dengan persebaran tertinggi berada di wilayah perkotaan:

  • Jakarta & Yogyakarta: Masing-masing mencatatkan 6 kasus positif.

  • Jawa Barat: Mencatatkan 5 kasus positif.

  • Provinsi Lain: Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Banten, Sulawesi Utara, NTT, dan Jawa Timur masing-masing mencatatkan 1 kasus.

Meski hantavirus yang ada di Indonesia umumnya tidak seganas varian Andes yang menyerang paru-paru dan jantung, masyarakat tetap harus waspada terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam meminimalkan keberadaan tikus di area pemukiman. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.