Jakarta

Super Flu Mengganas? Menkes Ungkap Fakta Mengejutkan Penyebab Pasien Meninggal Dunia di RSHS Bandung

Titania Isnaenin | 12 Januari 2026, 22:54 WIB
Super Flu Mengganas? Menkes Ungkap Fakta Mengejutkan Penyebab Pasien Meninggal Dunia di RSHS Bandung

 

AKURAT JAKARTA -  Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi terkait kasus kematian pasien yang terinfeksi 'Super Flu' atau Influenza A H3N2 subclade K di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Ia menegaskan bahwa penyebab utamanya bukan semata-mata infeksi virus, melainkan adanya penyakit penyerta atau komorbid yang berat.

"Jadi, contohnya misalnya, ada orang flu, kemudian ketabrak mobil, dia meninggal ketabrak mobil, ada flu. Ya, tapi meninggalnya karena dia ketabrak mobil sebenarnya, bukan karena flu-nya. Ini sama juga ya, yang di Bandung itu karena dia memang punya penyakit-penyakit lain yang bersangkutan," katanya saat Konferensi pers Senin (12/1)

Baca Juga: Super Flu H3N2 Masuk Indonesia, Anak-Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

Adapun di RSHS Bandung sendiri telah masuk dalam laporan 62 kasus 'Super Flu' di Indonesia dan bukan merupakan temuan baru.

Pihak RSHS Bandung mencatat telah menangani 10 pasien dengan gejala serupa sejak Agustus hingga November 2025, dengan rentang usia yang bervariasi dari bayi 9 bulan hingga dewasa usia 60 tahun.

Berdasarkan hasil tinjauan medis, dari 10 kasus yang ditangani RSHS, terdapat dua pasien dengan kondisi berat yang memerlukan perawatan intensif, di mana satu di antaranya akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Marak Kasus Superflu, IDAI Ingatkan Balita Jadi Kelompok Paling Berisiko Tertular, Kenali Gejalanya

Tim dokter mengungkapkan bahwa pasien yang meninggal tersebut memiliki riwayat komorbid yang kompleks, mulai dari stroke, gagal jantung, infeksi, hingga gagal ginjal.

Oleh karena itu, pihak rumah sakit tidak dapat menyatakan bahwa kematian tersebut disebabkan langsung oleh virus Influenza A H3N2 karena banyaknya penyakit bawaan yang dialami pasien.

Meskipun sempat terjadi tren pemeriksaan pasien sejak Agustus, tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS memastikan bahwa temuan kasus tersebut sebenarnya sudah mengalami penurunan sejak November 2025. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.