Jakarta

Trump Resmi Perpanjang Gencatan Senjata Atas Permintaan Pakistan, Blokade Tetap Berlanjut

Aisya Nur Aziza | 22 April 2026, 09:51 WIB
Trump Resmi Perpanjang Gencatan Senjata Atas Permintaan Pakistan, Blokade Tetap Berlanjut
Gencatan senjata diperpanjang, AS tetap blokade jalur laut

AKURAT JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan perpanjangan masa gencatan senjata dengan Iran pada Selasa waktu setempat.

Langkah ini diambil menyusul adanya permohonan langsung dari otoritas tertinggi Pakistan agar Washington menahan diri dari serangan militer baru.

Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Field Marshal Asim Munir telah meminta AS untuk menangguhkan rencana serangan.

Penangguhan ini bertujuan memberikan ruang bagi pemimpin dan perwakilan Iran untuk menyusun proposal demi mengakhiri konflik.

Baca Juga: Bayang-bayang Ancaman Blokade AS Bikin Ekspor Minyak Iran Lumpuh? Analis Peringatkan Krisis Inflasi di Teheran

"Saya telah mengarahkan militer untuk memperpanjang gencatan senjata hingga proposal mereka diajukan dan diskusi selesai," ujar Trump melalui unggahan di media sosial.

Meski serangan udara ditunda, Trump menegaskan bahwa tekanan terhadap Teheran tidak akan mengendur.

AS dipastikan tetap melanjutkan blokade maritim di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi titik api ketegangan utama.

"Militer kami akan terus menjalankan blokade dan tetap dalam posisi siap tempur dalam segala aspek," tegas Trump.

Baca Juga: Dunia Cemas! Iran Siap Beri Kejutan Baru untuk Hadapi Blokade AS

Perubahan Sikap yang Drastis

Keputusan ini menandai perubahan haluan yang tajam dari posisi Trump sebelumnya.

Hanya beberapa jam sebelum pengumuman, dalam wawancara dengan CNBC, Trump sempat melontarkan ancaman keras bahwa dirinya "bersiap untuk melakukan pemboman" segera setelah masa gencatan senjata awal berakhir pada Rabu.

Nasib Perundingan Masih Teka-Teki

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai durasi perpanjangan gencatan senjata tersebut.

Tantangan besar masih membayangi, mengingat pihak Iran sebelumnya menyatakan enggan mengirim tim negosiator ke Pakistan selama blokade pelabuhan belum dicabut oleh Washington. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.