Dunia Cemas! Iran Siap Beri Kejutan Baru untuk Hadapi Blokade AS

AKURAT JAKARTA – Ketegangan antara Washington dan Teheran mencapai titik didih jelang berakhirnya masa gencatan senjata pada Rabu esok.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa pihaknya siap mengungkap "kartu baru" di medan perang jika Amerika Serikat terus menggunakan ancaman sebagai alat negosiasi.
Pernyataan keras ini muncul sebagai respons atas gertakan Presiden AS Donald Trump yang mengancam Iran dengan "masalah yang belum pernah terlihat sebelumnya" dan peringatan mengenai "banyak bom akan meledak" jika kesepakatan tidak tercapai dalam 24 jam ke depan.
Baca Juga: Pakistan Berupaya Keras Seret AS-Iran ke Meja Damai
Negosiasi di Bawah Bayang-Bayang Ancaman
Melalui unggahan di media sosial X, Ghalibaf mengecam tindakan AS yang dinilai telah melanggar gencatan senjata melalui penyitaan kapal kargo berbendera Iran akhir pekan lalu.
"Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayangan ancaman. Dalam dua pekan terakhir, kami telah bersiap untuk menunjukkan kekuatan baru di medan perang," tegas Ghalibaf.
Analis menilai pesan tersebut sebagai sinyal ganda, bahwa Iran tetap membuka pintu diplomasi, namun menolak syarat-syarat yang dipaksakan secara sepihak oleh Washington.
Baca Juga: AS-Iran Memanas, Pasokan Energi Dunia Jadi Taruhan
Nasib Pertemuan Islamabad Masih Gantung
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai kehadiran delegasi Iran dalam putaran kedua perundingan damai di Islamabad, Pakistan.
Ketidakpastian ini diperparah oleh beberapa isu krusial yang belum menemui titik temu, antara lain:
Blokade Maritim: Status keamanan di Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak dunia.
Tuntutan Iran terkait ganti rugi perang dan pencabutan sanksi ekonomi.
Syarat ketat Trump agar Iran tidak memiliki senjata nuklir dan pembatasan rudal balistik.
Tekanan Maksimal Trump
Di sisi lain, Presiden Trump tetap menunjukkan kepercayaan diri bahwa Iran pada akhirnya akan melunak.
Namun, ia kembali menegaskan tidak akan menoleransi kegagalan kesepakatan.
"Jika mereka tidak bernegosiasi, mereka akan menghadapi masalah besar. Kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir yang bisa menghancurkan dunia," ujar Trump dalam wawancara radio John Fredericks Show.
Saat ini, dunia internasional tengah memantau ketat situasi di Timur Tengah.
Jika perundingan di Pakistan gagal terlaksana sebelum tenggat waktu Rabu, dikhawatirkan eskalasi militer skala besar akan kembali pecah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






