Pakistan Berupaya Keras Seret AS-Iran ke Meja Damai

AKURAT JAKARTA - Ibu kota Pakistan, Islamabad, kini dalam status pengamanan ketat menjelang rencana putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Meskipun logistik di lapangan telah disiapkan termasuk pengosongan Hotel Serena dan penutupan jalan protokol, kehadiran kedua delegasi masih menjadi tanda tanya besar.
Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan memimpin delegasi yang mencakup penasihat senior Jared Kushner dan utusan khusus Steve Witkoff.
Baca Juga: AS-Iran Memanas, Pasokan Energi Dunia Jadi Taruhan
Namun, hingga Senin malam, delegasi Washington belum meninggalkan AS.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa "sejauh ini" mereka belum memiliki rencana untuk hadir, menyusul tuntutan Washington yang mereka anggap melampaui batas hukum.
Meski situasi menggantung, pemerintah Pakistan menyatakan optimisme dapat menghadirkan kedua pihak ke meja perundingan.
Baca Juga: Timur Tengah di Ambang Eskalasi: AS Ancam Bom Iran Jika Kesepakatan Buntu
Analis internasional menilai Iran berada dalam posisi sulit untuk mangkir jika delegasi AS benar-benar tiba di Islamabad.
Perundingan ini dianggap sebagai momentum krusial untuk mencegah kembalinya perang terbuka sebelum tenggat waktu gencatan senjata berakhir pada Rabu pekan ini. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








