Jakarta

Polisi Ungkap Kronologi Insiden Pria Tewas Terjatuh di Pondok Indah Mall 2

Yusuf Doank | 9 Maret 2026, 22:04 WIB
Polisi Ungkap Kronologi Insiden Pria Tewas Terjatuh di Pondok Indah Mall 2
Ilustrasi mayat

AKURAT JAKARTA - Polda Metro Jaya memberikan penjelasan resmi terkait kronologi jatuhnya seorang pria berinisial AYA (31) dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, Jakarta Selatan, pada Ahad (8/3/2026).

Insiden yang sempat menggegerkan pengunjung pusat perbelanjaan tersebut kini tengah dalam penanganan intensif pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian, korban tampak melakukan tindakan tersebut atas kehendaknya sendiri

Baca Juga: Hasil Drawing ASEAN U-17, Garuda Muda Masuk Grup Sengit Bersama Vietnam dan Malaysia

"Diketahui melalui CCTV, korban berada di lantai 3 PIM 2 bergerak ke arah pagar pembatas lalu melompat dan jatuh di lantai dasar," ujar Budi Hermanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Keterangan dari rekaman kamera pengawas tersebut juga diperkuat oleh kesaksian sejumlah karyawan toko yang berada di area lantai 3 saat peristiwa berlangsung.

Pasca-terjatuh, pria yang diketahui berdomisili di Bekasi tersebut sempat mendapatkan pertolongan pertama dari salah seorang pengunjung mall yang kebetulan berprofesi sebagai dokter. Korban kemudian segera dievakuasi menuju RS Fatmawati menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

"Namun, pada pukul 13.50 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RS Fatmawati," tutur Budi menjelaskan perkembangan kondisi korban.

Hingga berita ini diturunkan, Polsek Kebayoran Lama masih melakukan pendalaman lebih lanjut guna mencari tahu penyebab pasti dan motif di balik tindakan tersebut.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial agar tidak menimbulkan spekulasi yang mencederai perasaan keluarga korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat akan krusialnya perhatian terhadap kesehatan mental dan kepedulian antar sesama, terutama di tengah tekanan beban hidup yang mungkin dialami seseorang.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y