Jakarta

Pelaku Ledakan di SMAN 72 Dipastikan Bukan Korban Bullying, Gubernur Pramono Ungkap Latar Belakangnya

Yasmina Nuha | 13 November 2025, 17:16 WIB
Pelaku Ledakan di SMAN 72 Dipastikan Bukan Korban Bullying, Gubernur Pramono Ungkap Latar Belakangnya

 

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa pelaku ledakan di SMA 72 Jakarta bukan merupakan korban perundungan atau bullying.

Hal tersebut diketahuinya usai Gubernur Pramono mendengarkan cerita dari para siswa SMA 72 lainnya. Mereka menyampaikan bahwa tidak ada perilaku bullying kepada pelaku.

"Teman-teman atau anak-anak kita yang dari SMA 72 semuanya menyampaikan bahwa tidak ada bullying," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan 3 Karyawati Transjakarta, Gubernur Pramono Minta Pelaku Ditindak Setegas-tegasnya

Ia melanjutkan, dari berbagai sumber yang didapatnya, pelaku merupakan seorang anak yang mengalami permasalahan dalam keluarganya atau broken home.

"Tapi pelakunya ini keluarganya antara bapak ibunya terpisah. Selama ini dia hidup dengan ayahnya. Ayahnya kan chef, jadi sibuk," tuturnya.

Selain itu, ia menyebut bahwa pelaku terinspirasi melakukan aksi peledakan tersebut dari media sosial.

"Tapi kalau melihat dari tujuh bom yang dipersiapkan dan kemudian cara dia membawa, kemudian pakaian kayak rembo dan sebagainya, ya mungkin ini pengaruh dari YouTube media sosial," paparnya.

Politikus PDIP itu pun meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana, untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Dan inilah yang kemudian saya sudah minta kepada Ibu Kepala Dinas segera ditangani. Bahwa anak-anak pelajar itu tidak semudah itu untuk bisa kemudian menginspirasi dia melakukan seperti yang ada di media sosial," tandasnya.

Baca Juga: Rayakan 30 Tahun Berkarya, Opick Gelar Tour Konser di Bawah LangitMU, Gandeng Wali, Vierratale hingga D’Masiv, Cek Tempat dan Tanggalnya!

Diketahui, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, mengatakan terduga pelaku atau anak berkonflik dengan hukum (ABH) pada ledakan di SMAN 72 Jakarta, dikenal sebagai pribadi tertutup dan tertarik pada konten kekerasan.

"Berdasarkan keterangan yang kami himpun, ABH yang terlibat dalam kasus ledakan ini dikenal sebagai pribadi yang tertutup, jarang bergaul dan dia juga memiliki ketertarikan pada konten kekerasan serta hal-hal yang ekstrem," kata Asep, dikutip Antara, Selasa (11/11/2025) lalu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.