Anjing Gigit 9 Pendaki di Gunung Batukaru Bali Positif Rabies

AKURAT JAKARTA – Sembilan pendaki yang tengah menikmati keindahan Gunung Batukaru, Tabanan, Bali, mendadak menjadi korban gigitan seekor anjing yang kini dikonfirmasi positif rabies.
Insiden yang terjadi pada Minggu (21/9) sekitar pukul 11.00 WITA ini memicu respons cepat dari otoritas setempat untuk memastikan keselamatan para korban.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) Tabanan, Gede Eka Partha Ariana, mengonfirmasi hasil uji laboratorium yang menunjukkan anjing tersebut positif terjangkit virus rabies.
Baca Juga: Viral, Maba Unsri Dipaksa Cium Sesama Jenis oleh Senior saat Ospek
"Hasil laboratorium di Balai Besar Veteriner Denpasar menunjukkan positif rabies," ujar Gede dalam keterangan tertulis pada Selasa (23/9).
Setelah terjadinya insiden tersebut, tim medis segera bergerak.
Gede Eka menjelaskan, tim telah mengambil sampel otak anjing pada Senin (22/9) untuk diuji di laboratorium.
Hasilnya, sampel menunjukan anjing positif rabies.
Baca Juga: Harga Emas Melambung Tinggi: Antam Tembus Rp2,2 Juta, UBS dan Galeri24 Ikut Naik
Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat langsung bertindak sigap.
Seluruh korban gigitan telah menerima penanganan medis sesuai prosedur.
"Hingga saat ini, enam korban sudah mendapatkan perawatan di UGD Puskesmas Pupuan I, sementara tiga lainnya dirawat mandiri di Denpasar," tambahnya.
Adapun terkait jumlah korban, terdapat sedikit kebingungan mengenai jumlah pasti korban.
Baca Juga: Gegara Mie Instan, Suami di Cakung Tega Bakar Istri hingga Tewas
Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, mengoreksi laporan awal yang menyebutkan 15 pendaki menjadi hanya sembilan orang.
"Bukan 15 pendaki, itu 9 pendaki (yang digigit). Laporan dari polisi dan pecalang ada 9 orang saja," tegas dr. Ida Bagus.
Baca Juga: Sakit Hati Akibat Dibohongi, Tasya Farasya Tuntut Nafkah Rp100 Perak
Ia menambahkan, kesembilan pendaki tersebut telah menerima penanganan di Puskesmas Pupuan dan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) dosis pertama.
"Mereka sudah mendapatkan VAR yang pertama, dan tinggal dilengkapi nanti tiga kali VAR-nya. Kondisi mereka baik dan sudah kembali ke rumah, serta dalam pantauan," tutupnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 6Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya



