Jakarta

Gara-gara Tambang Emas Ilegal, Banjir dan Tanah Longor di Gorontalo Telan Puluhan Korban Jiwa

Titania Isnaenin | 11 Juli 2024, 14:26 WIB
Gara-gara Tambang Emas Ilegal, Banjir dan Tanah Longor di Gorontalo Telan Puluhan Korban Jiwa

AKURAT JAKARTA - Banjir bandang disertai lumpur hingga tanah longsor terjang Gorontalo pada Minggu 7 Juli 2024.

Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Gorontalo ditengari oleh curah hujan yang sangat tinggi sejak Sabtu (6/7).

Menurut informasi yang beredar, terjadinya bencana besar ini disebabkan oleh faktor longsornya tanah di daerah tambang ilegal di Bone Bolango.

Baca Juga: Manajer Zaki Iskandar Sebut Kesinambungan Timnas U-17 dan Timnas U-20 Indonesia dengan Timnas Senior Sangat Krusial

Tepatnya di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Terkait bencana ini, Data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) per tanggal 9 Juli 2024 mengumumkan ada sekitar 148 korban longsor, 90 selamat, 30 dalam pencarian, dan 23 orang meninggal dunia.

Adapun menurut data tersebut, BNPP memperkirakan adanya kenaikan jumlah korban.

Baca Juga: Heboh, dr Richard Lee Dikabarkan Jadi Mualaf, Sang Istri Justru Beri Tanggapan Begini

Dikarenakan banyaknya laporan dari warga terkait anggota keluarga yang hilang. 

Hal ini ditambah dengan adanya kondisi tanah yang labil sehingga menyulitkan tim penyelamat untuk mencari korban hilang.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (KBNPP) menyebut akan ada kemungkinan terjadi longsor susulan apabila hujan lebat masih mengguyur daerah tambang.

Baca Juga: TransJakarta Siapkan Rute Baru, Tahun Ini Menjangkau 146 Seluruh Pasar yang Ada di Jakarta Bisa Terkoneksi

Adapun sampai saat ini, tanah longsor pada daerah tambang tersebut sudah tersebar di dua titik dengan kondisi daerah curam.

Sehingga menuru Kusworo tim SAR akan terus berupaya untuk mengevakuasi korban dengan menggunakan alat berat dan helikopter. 

"Satu-satunya langkah efesien kedepan untuk melakukan evakuasi dengan alat berat. Selain itu helikopter juga direncanakan akan ditambah namun masih terkendala dengan dengan cuaca," terang Kusworo dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Juli 2024.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.