Titiek Soeharto Desak Pemerintah Berantas Pembalakan dan Tambang Liar di Hulu, Ancam Batalkan Izin

AKURAT JAKARTA – Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mendesak penertiban total praktik pembalakan dan penambangan ilegal di hulu.
Hal ini disebutnya sebagai akar masalah banjir saat dirinya mengunjungi Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Minggu.
Titiek Soeharto mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas, tidak hanya memberantas aktivitas liar tersebut tetapi juga mengevaluasi izin yang sudah ada.
“Banjir ini harus dikaji betul, termasuk praktik pembalakan liar atau penambangan liar di wilayah hulu,” kata Titiek.
Baca Juga: Kemenhut Selidiki Kayu Hanyut di Sumatera, Ungkap Modus Canggih Pencucian Kayu Ilegal
Ia menegaskan bahwa setiap aktivitas liar yang merusak alam dan ekosistem harus diberantas dan ditiadakan.
Bahkan, jika aktivitas penambangan atau pembalakan di daerah hulu memiliki izin, Titiek meminta agar izin tersebut dibatalkan.
Titiek tidak ingin berkompromi dengan aktivitas di kawasan hulu tersebut, mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas di kawasan hilir.
Ia juga menekankan bahwa dengan curah hujan yang terjadi saat ini saja dampaknya sudah sangat parah.
Adapun sebelumnya, kunjungan Titiek ke Padang ini dilakukan bersama Bulog, dalam rangka menyalurkan bantuan pangan bagi korban bencana alam.
Meskipun diserahkan di Padang, bantuan logistik tersebut dialokasikan untuk tiga provinsi yang terdampak parah, yaitu Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Logistik yang disalurkan mencakup 34.302.520 kilogram beras dan 6,8 juta liter minyak goreng. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









