Kenali 5 Perbedaan Cacar Monyet, Cacar Air dan Campak, Agar Tak Salah Pengobatan

AKURAT JAKARTA - Penyakit cacar monyet atau monkeypox saat ini telah masuk ke Indonesia, khususnya Jakarta.
Hingga tanggal 24 Oktober 2023 hari ini, telah ditemukan 10 kasus positif cacar monyet dan 11 orang suspek yang tersebar di wilayah Jakarta.
Cacar monyet atau Mpox merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox. Virus ini sangat menular.
Penularan bisa dilakukan melalui droplet berupa bersin, liur, atau dahak yang mengontaminasi lingkungan atau kontak kulit, kontak luka, tangan, kontak seksual, dan cairan ubuh.
Sepintas, cacar monyet ini mirip dengan cacar air dan campak. Padahal, ketiganya sangat berbeda.
Paling tidak, ada lima perbedaan yang cukup menonjol antara cacar monyet, cacar air, dan campak.
Berikut adalah lima perbedaan itu, kenali secara kasat mata agar tak salah mendiagnosa:
1. Jenis ruam
Ruam cacar monyet bisa berupa makula, papula, vesikel, pustula, dan krusta.
Cacar monyet menimbulkan jenis ruam yang sama di seluruh anggota tubuh pada fase akut, yakni nol sampai lima hari pertama maupun fase erupsi di hari satu sampai tiga setelah timbul demam.
Pada cacar air ruam hanya berbentuk makula (lesi rata dengan warna berbeda serta ukuran hingga 0,5 cm).
Kemudian, papula (lesi padat dan timbul dengan ukuran hingga 0,5 cm) dan vesikel (lesi bintik berisi cairan) pada berbagai fase.
Sementara, untuk jenis ruam campak berupa ruam non-vesikel atau bukan bintik-bintik merah berair di berbagai fase.
2. Persebaran ruam
Persebaran ruam pada cacar monyet berawal dari kepala, ke wajah lebih padat dan anggota badan, serta juga muncul di telapak tangan dan kaki.
Sedangkan cacar air persebaran ruamnnya dimulai dari kepala, padat di tubuh, serta tidak muncul pada telapak tangan dan kaki.
Adapun pada campak persebaran ruam dimulai di kepala lalu menyebar ke bawah dan dapat mencapai tangan serta kaki.
3. Perkembangan ruam
Perbedaan cacar monyet, cacar air, dan campak juga bisa terlihat dari perkembangan ruam.
Bagi penderita cacar monyet, ruam berkembang secara lambat, yakni tiga sampai empat minggu.
Sedangkan bagi penderita cacar air dan campak, perkembangan ruamnnya terhitung cepat dan dapat terjadi dalam hitungan hari.
Baca Juga: Nakama Merapat! Ini Daftar Harga dan Cara Beli Tiket Pre-sale Pameran One Piece di MOI Jakarta
4.Gejala demam
Penyakit cacar monyet, cacar air, dan campak memiliki gejala demam yang berbeda.
Cacar monyet muncul dengan gejala demam yang suhunya mencapai lebih dari 38 derajat celcius. Gejala demam tersebut disertai dengan ruas usai satu sampai tiga hari.
Sementara cacar air ditandai dengan gejala demam yang bisa mencapai 39 derajat celcius, dengan ruam usai nol sampai dua hari.
Sedangkan campak ditandai dengan gejala demam tinggi hingga 40,5 derajat celcius, dengan ruam yang muncul usai dua sampai empat hari.
5. Gejala khas penyakit
Perbedaan ketiga penyakit juga bisa dilihat dari gejala khasnya.
Gejala khas pada cacar monyet disertai kelenjar getah bening yang membengkak.
Pada cacar air, gejala khasnya yaitu munculnya ruam yang disertai gejala gatal-gatal di tempat kemunculan ruam.
Sedangkan pada campak, gejala khasnya yakni ruam dan munculnya koplik spots (bintik putih) yang muncul pada area mulut. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026




