Guru SD Bisa Ikut Pelatihan Bersama Cambridge, tapi Syaratnya Tak Sekadar Jadi Guru

AKURAT JAKARTA - Guru SD kini punya kesempatan meningkatkan kompetensi di bidang pendampingan sosial dan emosional siswa melalui program pelatihan tanpa gelar yang disiapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Program bertajuk Teacher Professional Enhancement in School Counseling for Primary School tersebut digelar melalui Direktorat Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen bekerja sama dengan University of Cambridge.
Namun, kesempatan ini tidak hanya ditujukan kepada guru yang ingin menambah pengalaman.
Peserta juga dituntut memenuhi sejumlah persyaratan akademik, pengalaman mengajar, kemampuan bahasa Inggris, hingga membuat personal statement dalam bahasa Inggris.
Pendaftaran program masih dibuka hingga 12 Oktober 2026.
Fokusnya bukan sekadar mengajar
Program ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dalam mendukung perkembangan sosial dan emosional peserta didik.
Kemampuan tersebut semakin penting karena persoalan yang dihadapi siswa di sekolah tidak selalu berkaitan dengan nilai akademik.
Guru juga perlu memahami kebutuhan siswa, membangun komunikasi yang empatik, serta menciptakan ruang belajar yang aman dan inklusif.
Melalui pelatihan ini, guru diharapkan dapat mengenali kebutuhan peserta didik dengan lebih baik dan menerapkan pendekatan yang mendukung perkembangan mereka.
Baca Juga: Mau Naik Whoosh Cuma Bayar Setengah Harga? Ini Cara Berburu Tiket Promo 10.10
Dengan demikian, pelatihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan mengajar, tetapi juga memperkuat peran guru dalam mendampingi siswa.
Tidak semua guru bisa langsung mendaftar
Kesempatan mengikuti program ini memiliki persyaratan yang cukup spesifik.
Calon peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia, berstatus guru SD, memiliki NUPTK, sehat jasmani dan rohani, serta berusia maksimal 55 tahun per 31 Desember 2026.
Peserta juga harus berstatus sebagai ASN atau pendidik tetap yayasan dan mempunyai pengalaman mengajar minimal dua tahun berturut-turut di satuan pendidikan formal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







