Melek Hukum, RW dan RT di Jakbar Ikuti Pelatihan Bidang HAM

AKURAT.CO - Untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap peraturan yang berlaku, Pemerintah Kota Jakarta Barat memberikan pelatihan di bidang hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Kegiatan tersebut melibatkan 50 peserta dari unsur Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Karang Taruna.
Juga RW dan RT yang bertempat di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Duta Mas Jelambar Baru, Grogol Petamburan.
Baca Juga: Apakah Semua Mobil Pejabat DKI Sudah Uji Emisi? DPRD: Harus Tegas!
"Para peserta mendapatkan pemaparan hukum dari para narasumber, ada hukum waris, materi Organisasi Bantuan Hukum (OBH)," kata Kepala Bagian Hukum Sekretariat Kota (Setko) Jakarta Barat, Hilmy Rosyida.
Hilmy menyebut kegiatan bertujuan agar warga memahami hukum jika ada masalah dalam pelayanan publik.
"Supaya lebih aplikatif dalam melayani masyarakat, dan peserta bisa menggali ilmu. Kita akan lebih waspada dan hati-hati mencermati hal yang berkaitan dengan hukum," ungkapnya.
Baca Juga: Terbongkar, Kasus Peredaran Obat Keras Libatkan Oknum Tenaga Kesehatan
Lebih lanjut, Hilmy menyebut selain unsur tindak pidana, masyarakat yang mempunyai merek dagang harus melek hukum supaya tidak terjebak dalam persoalan hukum.
Hilmy juga meminta peserta dari pengusaha yang tergabung dalam wadah Jakpreneur untuk menguasai teknologi dan informasi di bidang hukum.
"Peserta dari pelaku UMKM harus bisa memahami dan lebih mendalami lagi materi hukum dari para narasumber," kata Hilmy.
Baca Juga: Keren! Bupati Zaki Luncurkan Program Pembayaran Pajak Via QRIS dan Virtual Account
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Lurah Jelambar Baru, Frangky Septiadi mengatakan, Kelurahan Jelambar Baru menjadi salah satu kelurahan sadar hukum pada tahun 2019.
"Pada ketua RT dan RW (mengikuti kegiatan tersebut) supaya melek hukum untuk melayani masyarakat, karena jika ada warga yang berurusan hukum lalu kita dibekali hukum akan melayani dengan baik.
"Mulai sedini mungkin kita beri pembekalan dengan peningkatan hukum untuk melayani masyarakat," tuturnya.
Jika aparatur RT dan RW tidak memahami hukum, lanjut Frangky, lalu ada warga yang tersangkut hukum akan menjadi sulit menanganinya.
"Mudah-mudahan acara ini bisa bermanfaat bagi pemangku kebijakan di lingkungan Kelurahan Jelambar Baru," katanya.
Sementara itu, salah satu peserta, anggota LMK RW 10 Kelurahan Jelambar Baru, Sri Hartini menyebut, materi yang ia terima dalam kegiatan tersebut bermanfaat dan memberinya ilmu di baru bidang hukum dan HAM.
"Selama ini masalah sangat kompleks. Ada persoalan hukum narkotika, perjudian, dengan ilmu ini sedikit (bisa) mengetahui. Nantinya kami bisa menyosialisasikan pada warga," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






