Sekolah Gratis Dibahas, Nasib 12 Juta Siswa Madrasah Swasta Ikut Dipertaruhkan

AKURAT JAKARTA - Wacana penggratisan sekolah dasar dan menengah kembali menyoroti persoalan lain dalam sistem pendidikan Indonesia.
Jika kebijakan tersebut hanya menyasar sekolah negeri atau satuan pendidikan tertentu, sekitar 12 juta siswa madrasah swasta berpotensi tidak mendapatkan manfaat yang sama.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam pembahasan kebijakan pendidikan nasional.
Menurutnya, siswa madrasah swasta tidak seharusnya hanya menjadi penonton ketika kebijakan sekolah gratis mulai diterapkan.
"Jadi kalau nanti ada penggratisan terhadap sekolah-sekolah selain negeri, maka madrasah swasta yang jumlahnya kurang lebih 12 juta anak-anak di sini hanya akan jadi penonton, dan sebetulnya tidak boleh terjadi. Maka itu nanti mungkin perlu ada solusi terbaik yang bisa kita lakukan terhadap mereka," kata Nasaruddin dalam rapat tingkat menteri terkait penguatan pendidikan nasional di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Persoalannya bukan hanya jumlah siswa, tetapi juga struktur pendidikan madrasah yang sebagian besar memang dikelola masyarakat.
Dari 88.124 madrasah di Indonesia, sebanyak 84.039 atau sekitar 95,4 persen merupakan madrasah swasta.
Sementara itu, madrasah negeri hanya berjumlah 4.085 atau sekitar 4,6 persen.
Artinya, jika dukungan pembiayaan pendidikan hanya bertumpu pada sekolah negeri, sebagian besar peserta didik di bawah naungan Kementerian Agama berpotensi berada di luar skema manfaat tersebut.
Nasaruddin menyebut kondisi itu menunjukkan besarnya kontribusi masyarakat dalam menyediakan layanan pendidikan.
Baca Juga: Pendaftaran Pascasarjana IPB 2026 Dibuka, Biaya S2 hingga S3 Bisa Capai Puluhan Juta per Semester
Madrasah swasta selama ini bukan sekadar pilihan alternatif bagi orang tua, tetapi menjadi bagian besar dari penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.
"Fakta ini menunjukkan bahwa peran terbesar penyelenggaraan pendidikan madrasah ditopang oleh masyarakat melalui lembaga swasta. Jadi masyarakat justru luar biasa kontribusinya terhadap dunia kependidikan kita, terutama di Kemenag ini," ujarnya.
Kontribusi pendidikan berbasis masyarakat juga terlihat pada lembaga pendidikan muadalah dan pendidikan diniyah formal di pesantren.
Satuan pendidikan tersebut mengelola sekitar 194.179 santri dan didukung 13.392 ustaz secara mandiri.
Karena itu, pembahasan sekolah gratis tidak hanya menyangkut siapa yang membayar biaya pendidikan, tetapi juga bagaimana dukungan negara diberikan secara merata kepada peserta didik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







