Google dan AI Dipakai Saat Tes OSN, Ada Fenomena Psikologi di Balik Keputusan Curang Peserta

AKURAT JAKARTA - Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 seharusnya menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan terbaik siswa.
Namun, di balik persaingan ratusan talenta dari berbagai daerah, muncul kasus yang memperlihatkan sisi lain kompetisi akademik: tekanan untuk berprestasi dapat bertemu dengan godaan mencari jalan pintas.
Pada OSN Jenjang Pendidikan Menengah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 14-20 September 2026, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menemukan sejumlah pelanggaran saat tes.
Di cabang Ekonomi, seorang peserta diketahui mengakses Google untuk mencari petunjuk atau informasi yang berkaitan dengan soal.
Sistem jaringan yang digunakan dalam pelaksanaan tes dapat mendeteksi aktivitas tersebut.
Setelah diklarifikasi, peserta mengakui perbuatannya.
Kasus berbeda ditemukan di cabang Matematika.
Seorang peserta membawa dan menggunakan telepon seluler serta memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial atau AI saat mengerjakan soal.
Puspresnas juga menyebut indikasi kecurangan ditemukan pada finalis di cabang Ekonomi, Astronomi, Matematika, dan Kebumian.
Ketika prestasi menjadi tekanan
Baca Juga: Kemenag Batasi Ponsel di Sekolah, Kasus SMAN 72 Disebut Jadi Alarm Keras
Dari sudut pandang psikologi, situasi kompetisi dapat dikaitkan dengan performance pressure, yakni kondisi ketika seseorang menghadapi tuntutan kuat untuk menunjukkan performa tertentu.
Tekanan semacam ini tidak otomatis membuat seseorang melakukan kecurangan.
Namun, ketika hasil akhir dianggap sangat penting, sebagian orang dapat mengalami penyempitan fokus pada target.
Perhatian lebih banyak tertuju pada bagaimana mendapatkan hasil yang diinginkan dibandingkan proses yang harus ditempuh untuk mencapainya.
Dalam konteks OSN, para peserta bukan siswa yang mengikuti ujian biasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







