Jakarta

Pengajar Indonesia Bisa Mengajar di 12 Negara, Ada 39 Formasi Guru SILN Dibuka untuk Non-ASN

Anggerhana Denni Rahmawati | 15 September 2026, 17:45 WIB
Pengajar Indonesia Bisa Mengajar di 12 Negara, Ada 39 Formasi Guru SILN Dibuka untuk Non-ASN
Seleksi guru SILN 2026 uji banyak kemampuan. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Kesempatan mengajar di luar negeri kembali terbuka bagi para guru Indonesia.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) mulai membuka seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan pada Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) 2026.

Pendaftaran seleksi dimulai pada Selasa (15/9/2026) pukul 14.00 WIB dan akan berlangsung hingga 2 Oktober 2026 untuk formasi guru.

Namun, kesempatan tersebut bukan sekadar tentang mendapatkan pengalaman bekerja di negara lain.

Guru yang nantinya terpilih akan menjadi bagian dari sekolah Indonesia yang berada di lingkungan berbeda, mulai dari Malaysia, Jepang, Singapura, hingga Arab Saudi.

Pada seleksi tahun ini, Kemendikdasmen membuka sedikitnya 39 formasi guru dan 3 formasi tenaga kependidikan yang tersebar di 12 SILN.

Formasi guru tersedia untuk berbagai bidang, seperti guru kelas, Matematika, Kimia, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Bimbingan Konseling, TIK, IPS, Ekonomi, hingga Seni Budaya.

Sementara itu, formasi tenaga kependidikan tersedia di Jeddah dan Kota Kinabalu.

Tantangan Guru Tak Berhenti di Kemampuan Mengajar

Menariknya, persyaratan seleksi menunjukkan bahwa kemampuan akademik bukan satu-satunya hal yang dicari.

Baca Juga: Pendaftaran Mutasi PNS Kemendikdasmen Ditutup Hari Ini, 34 Posisi Wakasek Jadi Rebutan

Pelamar guru wajib merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), berstatus non-ASN, memiliki Sertifikat Profesi Pendidik sesuai formasi yang dilamar, serta merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Selain itu, calon peserta harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris, baik secara lisan maupun tulisan.

Persyaratan tersebut cukup relevan ketika melihat lokasi penempatan yang tersebar di berbagai negara.

Guru tidak hanya berhadapan dengan materi pelajaran, tetapi juga lingkungan sosial dan budaya yang berbeda dari tempat mereka mengajar sebelumnya.

Dalam kondisi seperti itu, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu modal penting.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.