Krisis Literasi Siswa AS Makin Mengkhawatirkan, Psikologi Anak Ikut Jadi Taruhan

AKURAT JAKARTA - Video-video guru di Amerika Serikat yang mengeluhkan kemampuan membaca dan menulis muridnya menjadi viral.
Keluhan tersebut menggambarkan persoalan yang tidak lagi terbatas pada satu jenjang pendidikan, karena siswa dari sekolah dasar hingga menengah disebut masih kesulitan menguasai kemampuan literasi dasar.
"Anak-anak sekolah dasar tidak bisa membaca," ujar salah satu guru, seperti diunggah oleh CNN Amerika, dikutip Selasa (15/9/2026).
Guru lainnya bahkan mengaku menghadapi murid kelas 7 yang kemampuan membacanya masih berada di level kelas 4.
Ada pula guru yang baru menyadari bahwa sebagian muridnya tidak mampu membaca dengan baik.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa persoalan literasi di Amerika Serikat bukan sekadar tentang nilai pelajaran.
Dari sudut pandang psikologi pendidikan, kesulitan membaca sejak usia dini dapat menciptakan rangkaian masalah yang membuat seorang anak semakin sulit mengejar ketertinggalannya.
Kesulitan Membaca Bisa Memengaruhi Kepercayaan Diri
Membaca merupakan kemampuan dasar yang digunakan untuk mempelajari hampir semua mata pelajaran.
Ketika seorang siswa belum memiliki kemampuan tersebut, ia bukan hanya kesulitan memahami teks, tetapi juga dapat menghadapi hambatan ketika mengikuti pelajaran lain.
Baca Juga: Sebanyak 330 Warga Tangerang Dapat Bantuan Pendidikan, Ada yang Kembali Sekolah Lewat Paket B dan C
Situasi ini berpotensi memengaruhi persepsi siswa terhadap kemampuan dirinya sendiri.
Anak yang berulang kali gagal memahami tugas atau tertinggal dari teman-temannya bisa merasa dirinya tidak mampu, terutama ketika pengalaman tersebut terjadi terus-menerus.
Masalahnya kemudian dapat berkembang menjadi siklus.
Kesulitan membaca membuat anak semakin sulit mengikuti pelajaran.
Ketertinggalan membuat proses belajar terasa semakin berat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






