Jangan Anggap Abu Vulkanik Seperti Debu Biasa, Ini Risiko yang Sering Diremehkan

AKURAT JAKARTA - Sekilas, abu vulkanik yang turun setelah erupsi memang terlihat seperti debu biasa.
Partikelnya halus, mudah menempel di pakaian, kendaraan, rumah, hingga jalanan.
Namun, menganggap abu vulkanik sebagai sesuatu yang tidak berbahaya justru bisa membuat masyarakat mengabaikan perlindungan diri.
Partikel abu dapat mengganggu saluran pernapasan, mata, dan kulit, terutama jika paparan terjadi dalam jumlah banyak atau berlangsung cukup lama.
Risiko tersebut juga tidak selalu muncul hanya di sekitar gunung api.
Abu dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah yang jauh dari sumber erupsi.
Karena itu, ketika hujan abu terjadi, aktivitas sehari-hari perlu disesuaikan dengan kondisi.
Keluar Rumah Bukan Sekadar Soal Membawa Masker
Salah satu perlindungan paling penting ketika berada di kawasan terdampak abu adalah menggunakan masker atau alat pelindung pernapasan yang sesuai.
Masker perlu dipasang dengan benar agar hidung dan mulut tertutup.
Baca Juga: Nonton Sambil Berdonasi, Konser Amal "Memburu Pemangsa" Bantu Penanganan Kasus Kekerasan Anak
Namun, menggunakan masker bukan berarti aktivitas di luar rumah otomatis aman.
Jika tidak ada kebutuhan mendesak, masyarakat sebaiknya tetap berada di dalam rumah ketika hujan abu berlangsung.
Hal ini menjadi perhatian lebih bagi orang yang memiliki gangguan pernapasan.
Paparan abu dapat memperburuk keluhan yang sudah ada sehingga gejala pernapasan yang berat atau mengkhawatirkan perlu segera mendapat penanganan medis.
Ancaman lain juga bisa muncul pada mata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







