Jakarta

BMKG Sebut Dentuman Misterius di Bandung Fenomena Gempa Langit

Yusuf Doank | 5 September 2026, 20:24 WIB
BMKG Sebut Dentuman Misterius di Bandung Fenomena Gempa Langit
BMKG Sebut Dentuman Misterius di Bandung Fenomena Gempa Langit

AKURAT JAKARTA — BMKG mengategorikan suara dentuman keras yang terdengar di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya sebagai fenomena skyquake atau gempa langit.

Suara misterius tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari (4–5/9/2026).

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Suaidi Ahadi, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini fenomena tersebut belum dapat dijelaskan secara akademis.

Baca Juga: 26.247 Penerima KJP Masih Diverifikasi Ulang, Gubernur Pramono Tegaskan Tak Otomatis Dicoret

Pasalnya, sensor alat pemantau tidak mencatat adanya aktivitas kegempaan maupun petir yang signifikan di kawasan Bandung Raya saat dentuman berlangsung.

"Di Bandung Raya dan sekitarnya kami definisikan sebagai skyquake atau dentuman langit. Itu fenomena alam yang memang masih menjadi misteri bagi kita," kata Suaidi dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Berdasarkan hasil analisis data pemantauan cuaca, magnet bumi, dan aktivitas seismik dari Jumat pukul 23.00 WIB hingga Sabtu pukul 05.00 WIB, tak ada indikasi gempa lokal.

Namun, sensor mencatat adanya gangguan anomali magnetik serta konsentrasi aktivitas petir di area Gunung Anak Krakatau.

Suaidi menambahkan, terdapat literatur yang menduga fenomena dentuman seperti ini berkaitan dengan aktivitas pelepasan gas metana di area Danau Purba.

Meski begitu, dugaan tersebut masih memerlukan penelitian teknis lebih lanjut.

"Tapi itu masih menjadi kecurigaan kita," tutur Suaidi.

Sebelumnya, warga di sejumlah titik wilayah Kota Bandung dan sekitarnya sempat dihebohkan oleh dentuman keras beruntun yang disertai suara gemuruh hingga menggetarkan kaca dan tembok rumah.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y