Waspada! BMKG Prediksi Hujan Lebat Akibat Angin Monsun Asia Terjadi di 13 Wilayah Ini hingga 16 Maret 2026, Jakarta Masuk Daftar?

AKURAT JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Dalam periode 10 hingga 16 Maret 2026, sebagian besar wilayah di tanah air diprediksi masih akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Plt Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan bahwa meski secara umum hujan berada pada skala ringan-sedang, terdapat 13 wilayah yang patut mewaspadai potensi hujan lebat.
"Pada periode 10 hingga 16 Maret 2026, secara umum wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," ujar Andri dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan analisis BMKG, berikut adalah wilayah yang diprediksi mengalami hujan dengan intensitas tinggi atau lebat:
Lampung
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Kalimantan Barat
Kalimantan Timur
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Maluku
Papua Pegunungan
Papua
Prakiraan Cuaca Jakarta: Waspada 15 Maret 2026
Untuk wilayah DKI Jakarta, BMKG memprediksi hujan ringan akan mendominasi sepanjang pekan. Namun, warga diminta waspada pada pertengahan Maret karena adanya peningkatan intensitas hujan di titik tertentu.
Andri menyebut wilayah Jakarta diprediksi mengalami hujan ringan pada 10-16 Maret 2026, pekan ini.
"Untuk wilayah DKI Jakarta dalam periode 10-16 Maret 2026, secara umum masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan," katanya.
Sementara pada 15 Maret 2026 kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Selatan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.
"Namun, terdapat potensi hujan intensitas sedang pada 15 Maret 2026, khususnya di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan," tambah Andri.
Andri menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh penguatan Angin Monsun Asia.
Fenomena ini mendorong aliran angin dari Laut Cina Selatan menuju wilayah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa.
Kondisi ini memperkuat daerah konvergensi yang memicu pertumbuhan awan hujan secara masif.
Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintas di Indonesia turut memperkuat anomali angin barat.
"Kondisi tersebut diperkuat oleh labilitas atmosfer dan kelembapan udara yang tinggi, terutama di Jawa bagian barat, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat khususnya di bagian selatan Indonesia," pungkasnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak hidrometeorologi seperti banjir atau tanah longsor dan terus memantau informasi cuaca resmi melalui aplikasi InfoBMKG. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







