Jakarta

Jangan Tertipu Orang yang Selalu Terlihat Kuat, Bisa Jadi Ia Sedang Mengalami Fenomena Duck Syndrome

Anggerhana Denni Rahmawati | 5 September 2026, 16:45 WIB
Jangan Tertipu Orang yang Selalu Terlihat Kuat, Bisa Jadi Ia Sedang Mengalami Fenomena Duck Syndrome
Mengenal fenomena Duck Syndrome. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Pernah bertemu seseorang yang seolah selalu mampu mengatasi segala persoalan?

Ia berprestasi, aktif dalam berbagai kegiatan, tetap tersenyum, dan hampir tidak pernah terlihat mengeluh.

Namun, siapa sangka, di balik penampilan tersebut bisa saja tersimpan tekanan yang tidak diketahui orang lain.

Fenomena semacam ini kerap dikaitkan dengan istilah Duck Syndrome.

Duck Syndrome merupakan istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang terlihat tenang dan mampu menjalani kehidupan dengan baik dari luar, tetapi sebenarnya sedang berjuang menghadapi tekanan di baliknya.

Istilah tersebut mengambil perumpamaan seekor bebek yang sedang berenang.

Dari permukaan air, bebek terlihat tenang seolah tidak mengalami kesulitan.

Namun, di bawah permukaan, kedua kakinya terus bergerak untuk menjaga tubuh tetap mengapung sekaligus membuatnya bergerak maju.

Gambaran tersebut kemudian digunakan untuk menjelaskan seseorang yang tampak baik-baik saja, padahal membutuhkan usaha besar untuk mempertahankan kondisi tersebut.

Kasus seperti ini dapat ditemukan dalam berbagai lingkungan, mulai dari sekolah, kampus, tempat kerja hingga kehidupan sosial.

Baca Juga: Pantai Carita Masih Ramai Saat Anak Krakatau Erupsi, Ada Hal yang Tak Boleh Diabaikan Wisatawan

Seorang mahasiswa, misalnya, dapat dikenal sebagai pribadi yang memiliki nilai akademik tinggi, aktif dalam organisasi, mengikuti berbagai kegiatan, dan selalu menyelesaikan tugas tepat waktu.

Dari luar, kehidupannya mungkin terlihat ideal.

Namun, kondisi tersebut tidak otomatis berarti dirinya terbebas dari tekanan.

Ia bisa saja merasa takut gagal, khawatir mengecewakan orang lain, kewalahan dengan tanggung jawab, atau merasa harus terus mempertahankan pencapaian yang sudah diraih.

Masalahnya, tekanan tersebut tidak selalu terlihat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.